SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Jumlah warga Kota Tangerang terdampak pandemi Covid-19 yang mendapat Bantuan Sosial Tunai (BST) senilai Rp 600 ribu sebanyak 163.021. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Kota Tangerang, Mohamad Sarif.
“Total semua ada 163.021 penerima. Kita dapat data dari Kemensos semua. Jadi kita sebagai juru bayar, untuk membayarkan uang sekian. Uang tunai, disebutnya kan bantuan sosial tunai,” ujarnya, Selasa, (20/7/2021).
Diketahui, tepat pada perayaan Idul Adha 1442 Hijriah Kementerian Sosial (Kemensos) melalui PT Pos Indonesia menyalurkan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada warga terdampak Pandemi Covid-19 di Kota Tangerang. Warga Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang menjadi wilayah pertama yang menjadi lokasi penyaluran BST di Kota Tangerang dengan total 444.
“Iya, yang dari Kemensos sudah kami salurkan per hari ini, hari ini di Kecamatan Tangerang, Kelurahan Sukaasih, ditemani Pak Wali (Walikota Tangerang Arief R Wismansyah) barusan. Sekarang sudah clear, pak wali juga sudah berangkat. Total di Kelurahan Sukaasih ada 444 warga,” kata Sarip.
Penyaluran BST kaya Sarip dilakukan langsung oleh kurir PT Pos Indonesia secara door to door. Hal itu kata dia merupakan instruksi langsung dari Kemensos. “Karena kan sekarang ini orang-orang sangat sensitif ya, dalam arti sedang isoman, jadi biar mereka yang di rumah dan kami yang jalan mengantarkan,” tuturnya.
Sarip menuturkan, penyaluran BST di Kota Tangerang ditargetkan selama satu pekan ini rampung. Setidaknya ada 150 kurir yang dikerahkan PT Pos Indonesia untuk penyaluran BST di Kota Tangerang. “Rencana kami satu minggu ini kami laksanakan, lebih cepat, percepat semuanya. Ada 150 kurir yang kami kerahkan,” imbuhnya.
Pencairan BST Kemensos 2021 merupakan respon kebijakan PPKM Darurat untuk membantu masyarakat terdampak. BST tersebut senilai Rp 300 ribu, akan tetapi Kemensos menyalurkan bantuan PPKM Darurat sekaligus untuk periode Mei-Juni 2021. Total kuota yang disediakan Kemensos sebanyak 10 juta KPM. “Itu kan dari BST Mei Juni ya, jadi satu bulan Rp 300 ribu, jadi totalnya Rp 600 ribu. Langsung Rp 600 ribu per KPM. Langsung dua bulan,” ungkap Sarip. (irfan/made)