SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Permintaan rainbow cake masih tergolong tinggi, khususnya kalangan anak-anak. Meski di masa pandemi atau PPKM Covid-19, bisnis cake mampu bertahan hingga saat ini.
Ahmad Irfan, pemilik Sabyla N Cake yang tinggal di Jalan KH. Mukmin RT 06/ RW 09 Kelurahan Belendung Blok Mushola Nurul Iman, Kecamatan Benda, Kota Tangerang, menuturkan, salah satu kunci mempertahankan usahanya di masa pandemi Covid-19 yakni dengan menjaga kualitas dan strategi marketing yang tepat.
“Selain menjaga kualitas dan kuantitas sebaik mungkin, saya juga menerima masukan dan kritikan dari para konsumen setelah selesai pemesanan. Dan juga memberikan bonus ketika beberapa kali sudah melakukan pemesanan minimal 3 kali,” ungkapnya kepada Satelit News, kemarin.
irfan mengaku, dalam sepekan berhasil membuat 50 rainbow cake. Menurutnya, rainbow cake banyak diminati karena rasanya manis dan teksturnya lembut. “Hanya dengan menjual rainbow cake, omset per bulan mencapai Rp7 juta,” ucapnya.
Selain rainbow cake kata Irfan, Sabyla N Cake juga menjual beberapa jenis kue diantaranya, kue ulang tahun, cake in jar (toples), cookies, nastar, kastangel, putri salju dan roti buaya. “Paling sering dalam sebulan itu rainbow cake, urutan kedua itu truffle,” ujarnya.
Kata dia, ciri khas rainbow cake adalah kue yang dibuat berlapis-lapis, tetapi sebenarnya cake ini bisa tampil juga sebagai satu kue utuh, tanpa lapisan dan tetap berwarna-warni. Hal ini tergantung dari teknik pembuatan.
“Sebetulnya rasa cake ini sama saja dengan cake lainnya. Keistimewaannya adalah pada lapisan krim yang melengkapi. Saya menggunakan cream susu dan juga dengan hiasan atasnya yang bisa disesuaikan dengan keinginan, seperti untuk acara ulang tahun bisa dihiasi tulisan dan bunga dari krim. Jika yang ulang tahun anak-anak, hiasan butiran kue berwarna-warni bisa digunakan. Hal ini tergantung dari pemesanan,” jelasnya.
Kini sudah 6 tahun Irfan menggeluti bisnis kue. Pihaknya terus bertekad menjual cake dengan perlengkapan seadanya. “Bermodalkan Rp200.000 yang awalnya dalam sepekan hanya mendapatkan 1 pesanan, kini bisa mencapai 50 bahkan lebih,” katanya.
Kendati demikian, Irfan juga berkeinginan terus memperbaiki kualitas terutama peralatan produksi. Serta melebarkan bisnis kuenya, tidak hanya wilayah se-Tangerang Raya saja.
“Pengennya produk yang saya buat bisa masuk swalayan atau bahkan ke luar negeri. Saya juga masih mencari sesuatu yang unik di cake ini,” tegasnya.
Irfan mengaku, sebelum memutuskan untuk membuka usaha tersebut, dia sempat bekerja di PT. Belinda Jaya selama 4 tahun. “Pada saat itu, karena produk yang saya buat sejajar dengan Holland dan yang saya buat pun untuk makanan hotel, seperti Shangrilla yang makanannya serba mahal, jadi dulu saya pernah berucap. Makanan yang dibuat mahal banget, nanti suatu saat saya bakal bikin biar orang-orang kampung saya bisa pada nyobain,” tandasnya.
Selain itu, dia pun mendapatkan dorongan dari sang istri untuk membuka usaha cake dengan nama “Sabyla N Cake”. “Saat ini untuk harga cake yang dijual bervariasi mulai dari Rp30 ribu sampai Rp300 ribu. Kalau untuk cake in jar harga jual Rp30 ribu/ toples, untuk nastar pure butter dan putri salju Rp60 ribu, kastangel Rp70 ribu,” pungkasnya. (mg1/aditya)