SATELITNEWS.ID, LEBAK–Adanya temuan beras tak layak konsumsi yang dibagikan untuk masyarakat Desa Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak dalam masa PPKM membuat anggota DPRD Lebak angkat bicara.
Acep Dimyati salah satunya. Wakil Ketua Komisi III DPRD Lebak ini menyayangkan adanya beras bantuan PPKM dari pemerintah tak layak konsumi. Acep pun mempertanyakan kualiti kontrol pihak Bulog Sub Dirve Lebak – Pandeglang selaku penyedia.
“Kami sangat menyayangkan kejadian di Lebakparahiang. Mungkin saja, hal yang sama juga terjadi di wilayah lain,” kata Acep.
Menurut Acep, kasus beras bantuan yang tidak layak konsumsi bukan kali ini terjadi, melainkan sudah terjadi sebelumnya. Harusnya di tengah kondisi pandemi yang seyogianya sangat dibutuhkan, terutama bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak kebijakan PPKM.
“Bulog sebagai pihak penyedia seperti tidak belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Pasalnya, beras berkualitas buruk yang diterima warga bukan kali pertama terjadi di Lebak,” ujarnya. “Bulog seperti tidak punya standar kerja yang jelas kalau begini,” timpal Acep.
Acep juga mempertanyakan sejauh apa kualiti kontrol yang dilakukan sebelum beras diangkut dan didistribusikan ke masyarakat. Apakah beras dalam kondisi tidak baik tetap dikirim karena ketika dikeluhkan masyarakat akan bisa langsung diganti.
Baca Juga: Berencana Bangun Lumbung Pangan di Pandeglang, Bulog Siap Serap Hasil Panen Petani
“Kalau begitu caranya, ini Bulog kayak yang untung-untungan aja. Kalau dikomplain atau ada temuan tinggal diganti, kalau tidak ada ya sudah, itu kan untung-untungan namanya. Segera akan kami panggil Bulog, kami akan minta penjelasan mereka soal ini,” tandas Acep.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Parahiang, Kecamatan Leuwidamar, dikagetkan dengan pendistribusian bantuan beras yang disalurkan pemerintah melalui Bulog Sub Dirve Lebak – Pandeglang dalam kondisi busuk dan mengeluarkan bau tak sedap.
Sekertaris Desa (Sekdes) Parahiang Andi membenarkan peristiwa itu. Katanya, para warga yang kecewa akan kondisi beras nya itu langsung mendatangi kantor Desa dan mengembalikan beras itu. “Iya baru tujuh orang yang menerima beras busuk itu dan tadi pagi mengembalikannya ke kantor desa,” kata Andi.(mulyana/made)
























