SATELITNEWS.ID, LEBAK—Komisi III DPRD Kabuapten Lebak melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pimpinan Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang, Dinas Sosial dan PT Pos Indonesia, Selasa (10/08/2021), di ruang rapat terbatas.
RDP digelar menindaklanjuti ditemukannya bantuan beras PPKM di Desa Lebak Parahiang, Kecamatan Leuwidamar yang kondisinya menggumpal dan aromanya kurang sedap serta berwarna kekuningan. Sehingga, perlu dilakukan RDP guna mengetahui apa yang menjadi penyebab terjadinya bantuan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 dari pemerintah tersebut tak layak konsumsi.
“Saat kami pertanyakan ke pihak Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang di ruang rapat terbatas, menurut mereka (Bulog-red), beras yang didisitribusikan saat itu terkena guyuran hujan di perjalanan. Namun demikian, apapun menurut Sub Bulog, maka hasil pemanggilan ini akan dilaporkan ke pimpinan dewan,” Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lebak Yayan Ridwan, kepada wartawan.
“Selain meminta penjelasan, DPRD juga menekankan agar hal serupa tidak terulang lagi ke depannya,” timpal politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Ia menuturkan, terkait apakah persoalan tersebut akan dibahas hingga tingkat panitia khusus (pansus) atau dilaporkan ke aparat penegak hukum (APH), Yayan mengaku akan terlebih dahulu menunggu hasil rapat Komisi III bersama pimpinan DPRD Lebak. “Nanti kami akan menggelar rapat lagi bersama pimpinan dewan dulu, apakah persoalan ini harus dipansuskan atau dilaporkan ke APH,” katanya.
Kepala Bulog Sub Divre Lebak-Pandeglang Wahyudin selepas RDP dengan Komisi III DPRD Lebak mengatakan, kualitas beras bansos yang menggumpal diakibatkan terkena guyuran hujan saat proses distribusi. Akibat kejadian tersebut, ia mengaku telah mengganti beras tersebut dengan beras kualitas baik.
Baca Juga: Gubernur Andra Dorong Singkong Lebak jadi Komoditas Unggulan
“Ya kalau di Lebak, itu akibat cuaca. Sehingga saat pen industri buaian beras tersebut terkena guyuran hujan,” kata Wahyudin kepada wartawan. “Setelah ditemukan kejadian tersebut, semuanya telah kita return alias diganti. Ini akan menjadi perhatian kami kedepan agar hal ini tidak terulang lagi,” imbuhnya.(mulyana/made)
























