SATELITNEWS.ID, LEBAK–Setelah dilakukan pencarian oleh Basarnas Banten dibantu muspika dan warga, akhirnya Servi S Mondoringin (47) dan Elly Osborn Mondoringin (28) yang tenggelam di Pantai Kelapa Warna, tepatnya di Kampung Panyaungan, Kecamatan Cihara, ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Selasa (24/08/2021). Dua orang turis warga Sulawesi Utara (Sulut) tersebut, langsung dievakuasi ke Puskesmas sebelum dibawa pihak keluarga.
Servi S Mondoringin (47) warga Kampung Pakuweru, Desa Pakuweru, Kecamatan Tenga, dan Elly Osborn Mondoringin (28) warga Kampung Talaitad, Desa Talaitad, Kecamatan Suluun Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulut tersebut, sebelumnya dilaporkan terseret ombak hingga akhirnya tenggelam di Pantai Kelapa Warna, sekitar pukul 12.00 WIB. Keduanya, nekat berenang padahal lokasi setempat ditutup lantaran masih menerapakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level III.
Pencarian pun dilakukan oleh tim SAR gabungan dari Basarnas Banten, Muspika dan dibantu warga setempat dengan menyisir pesisir pantai.
“Dua orang turis itu ditemukan di jam yang berbeda, yang pertama itu sekitar pukul 09.30 WIB dan yang kedua itu sekitar pukul 11.00 WIB dalam kondisi meninggal dunia,” kata Relawan BPBD Kecamatan Panggaran Herdi saat dihubungi Satelit Nesw di lokasi kejadian, Selasa (24/08/2021).
Kata Herdi, kedua jasad turis tersebut ditemukan oleh tim gabungan dalam posisi terapung dari jarak lokasi kejadian sekitar 300 meter. Petugas pun langsung mengevakuasi dan dibawa ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) guna pemeriksaan dan pembersihan jasad tersebut.
“Jasadnya sudah dibawa ke puskesmas untuk pemeriksaan, sebelum rencananya oleh pihak keluarga akan dibawa ke daerah Tangerang,” ujar Herdi.
Sementara Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Lebak, Mumu Mahpudin membenarkan telah ditemukannya wisatawan asal Sulut yang tenggelam di Pantai Kelapa Warna. Kata Mumu, kedua jasad turis tersebut dalam kondisi meninggal dunia dan sudah dievakuasi.
“Kepada masyarakat atau para turis saya menghimbau untuk selalu waspada jika berenang di laut. Namun demikian, untuk saat ini objek wisata masih ditutup,” pungkasnya. (mulyana)