SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bakal mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengucurkan bantuan untuk anak yang kehilangan orangtua karena Covid-19. Bantuan tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Demikian diungkapkan oleh Ketua Komisi II DRPD Kota Tangerang, Saeroji. Dia mengatakan pihaknya akan mendorong hal itu saat pembahasan anggaran belanja tambahan. “Dewan akan mendorong dari sisi anggaran, kita akan sampaikan ini di anggaran tambahan,” kata Saeroji Kamis (01/09/2021).
Diketahui, sebanyak 838 anak di Kota Tangerang kehilangan orangtua karena terpapar Covid-19. Selain bantuan dari Kementerian Sosial, mereka akan dapatkan layanan dukungan psikososial dari Dinas Sosial (Dinsos).
Kepala Seksie Data Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Tangerang Arif Rahman menuturkan jumlah anak itu tersebar di 13 kecamatan. Dia menguraikan sebanyak 126 anak di antaranya berada di Kecamatan Ciledug, 82 di Cipondoh dan 80 di Cibodas Kemudian, 79 anak di Kecamatan Pinang, 77 di Larangan, 72 di Karawaci, dan 64 di Tangerang. Lalu, 61 anak di Kecamatan Karang Tengah, 55 di Periuk, 48 di Jatiuwung, 41 di Batuceper, 27 di Neglasari, dan 26 di Benda.
“Paling banyak ada di Ciledug sekitar 126 anak dan yang paling sedikit ada di Benda dengan 26 anak,” ucap Arif.
Dia menyatakan, ada beberapa kriteria sebelum Dinsos mendata para anak-anak tersebut. Sejumlah kriteria itu adalah anak berusia maksimal 16 tahun yang kehilangan ayah, ibu, atau keduanya karena positif Covid-19 berdasar tes PCR.
Baca Juga: Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi
Syarat kedua, yakni orangtua mereka meninggal karena Covid-19 harus ber-KTP Kota Tangerang dan tinggal di kota tersebut. Jika orangtua dari anak korban Covid-19 itu tidak ber-KTP Kota Tangerang, pihaknya tak akan mendata mereka. “Kemudian, kalau ber-KTP Kota Tangerang enggak tinggal di sini, ya enggak kami masukan ke data juga,” kata Arif.
Dia menambahkan, pihaknya baru mengajukan data tersebut ke Provinsi Banten agar bisa diteruskan kepada Kementerian Sosial (Kemensos). “Data-data ini baru disalurkan ke Provinsi, belum ke Kemensos,” pungkasnya. (irfan/made)
























