SATELITNEWS.ID, SERPONG— Pemerintah Kota Tangerang Selatan segera memberlakukan sekolah pembelajaran tatap muka terbatas mulai bulan ini. Berbagai persiapan dilakukan sekolah dan madrasah untuk memulai kegiatan belajar mengajar siswa dengan menerapkan protokol kesehatan (Prokes).
Guna memastikan kesiapan itu, Kementerian Agama Kota Tangsel saat ini masih memverifikasi sarana prasarana Prokes di madrasah-madrasah di bawah naungan Kemenag.
“Kita juga mengikuti kebijakan Wali Kota Tangsel dalam menggelar PTM terbatas. Sekarang kita sedang mengebut verifikasi di lapangan,” kata Kepala Kemenag Tangsel Abdul Rojak, Kamis (2/9/2021).
Saat ini terdapat 100 lebih madrasah negeri dan swasta di Tangsel. Jumlah siswa mencapai 13 ribu orang dari jenjang Ibtidaiyah (MI) sampai Aliyah (MA). Pihaknya masih menginventarisasi madrasah-madrasah yang siap menggelar PTM terbatas. Kesiapan ditunjukkan dengan kelengkapan sarana prasana protokol kesehatan.
Sementara itu, vaksinasi siswa madrasah dari jenjang MI, MTS, sampai MA, kata Rojak, telah mencapai 50 persen. “Vaksinasi tenaga pendidik 80 persen,” jelasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan, hingga kini baru 40 persen sekolah yang siap menggelar kegiatan belajar tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. “Yang sudah siap dari seluruh sekolah baru 40 persen,” ujar Benyamin kepada wartawan di Serpong, Senin (30/8/2021).
Menurutnya, banyak sekolah dianggap belum siap melaksanakan kegiatan belajar tatap muka, karena tidak memenuhi standar yang ditentukan saat pengisian data pokok kependidikan (Dapodik). Dia mencontohkan, masih ada sekolah yang belum membentuk Tim Satgas Covid-19 untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan belajar agar sesuai dengan protokol kesehatan.
“Itu ada beberapa parameter, ada yang belum siap memang dengan standar-standar yang dimintakan Kementerian. Seperti alat cuci tangan, kemudian banyak juga yang belum membentuk Satgas Covid-19 di sekolahnya,” ungkapnya. (jarkasih)