SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Tidak kurang dari 3.200 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) mengikuti masa taaruf (masta) dan program pengenalan studi, almamater (propesa) di kampus utama, Sabtu (05/09/2021). Kegiatan yang digelar secara daring dan luring dari Aula Jenderal Sudirman itu ditandai dengan sidang senat terbuka universitas.
“Pada tahun akademik ini mahasiswa baru sebanyak 3.500, yang ikut masta dan propesa 3.200, dan sisanya ikut pada tahun yang akan datang. Masta itu masa ta’aruf atau propesa mengenalkan kegiatan kampus dan program studi. Ini menjadi kegiatan wajib dan membuka para putra putri untuk bergabung,” kata Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang, Ahmad Amarrullah usai acara.
Dia juga mengatakan, kegiatan itu bertujuan menempa dan mendidik mahasiswa baru sehingga bisa tumbuh berkembang menjadi insan kamil yakni menjadi insan yang beriman, bertaqwa, sehat jasmani dan rohani mempunyai kepribadian yang mantap mandiri, menguasai ilmu pengetahuan dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat. “Makanya tugas kami berat sehingga perlu dukungan orangtua,sebab ini tanggung jawab kita bersama,” jelasnya.
Ditambahkannya, pihaknya tidak menginginkan masyarakat tidak bisa melanjutkan pendidikan meski tengah pandemi. “Bahkan biaya pun Universitas Muhammadiyah Tangerang ingin memberikan ruang bagi mereka yang semangat untuk diupayakan beasiswa yang tersedia. Tarifnya pun terjangkau, bagi mereka-mereka yang kuliah sampai lulus,” terangnya.
Selain itu, UMT mendorong agar para mahasiswa baru bisa ini mengikuti organisasi mahasiswa seperti BEM, IMM, dan lainnya sebagai pemanfaatan untuk pembembangan diri. “Sehingga mampu menjadi orang yang siap ketika lulus, punya pengalaman berkehidupan berkemasyarakat melalui organisasi itu,” lanjutnya.
Rektor menambahkan, kegiatan tersebut juga mengajak mahasiswa agar berinteraksi sosial sehingga akademik tercapai dan kemampuan non akademik juga tercapai.
Sementara, terkait pembelajaran tatap muka, Amarullah menyampaikan pihaknya sudah menggelar sosialisasi. Selain itu ujarnya ada fenomena menarik terkait minat mahasiswa melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di Tangerang Raya yang akan dilaksanakan pertengahan September 2022 masih minim. Itu disebabkan karena masih tingginya kasus Covid-19 di hampir seluruh Tangerang.
Amarullah mengatakan, berdasarkan penelitian yang dilakukan pihaknya ditemukan jika minat mahasiswa melakukan pembelajaran tatap muka hanya 9 persen. Penyebabnya karena pesatnya perkembangan teknologi dan keinginan mahasiswa melakukan pembelajaran secara bebas di luar kampus.
Pihaknya pun mempersilakan mahasiswa melakukan pembelajaran secara tatap muka. Namun, dengan catatan memperoleh persetujuan dari orangtua siswa. Bahkan, kapasitas perkuliahan pun dibatasi hanya sebanyak 50 persen. “Kebanyakan yang ingin kuliah tatap muka karena kangen dengan kampusnya dan kegiatan kumpul kumpul dengan sesama mahasiswa,” ujarnya.
Untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, pihaknya juga mewajibkan mahasiswa menunjukkan sertifikat vaksinasi minimal dosis pertama atau hasil pemeriksaan rapid tes dan PCR dengan hasil negatif.
Salain itu, pemeriksaan kesehatan mahasiswa juga diperketat yaitu dengan menempatkan alat monitor suhu tubuh dan menempatkan satgas Covid-19. “Jika tidak memenuhi persyaratan mereka disuruh pulang. Nanti ada satgasnya di depan sana untuk memeriksa barcodenya,” pungkasnya. (made)