SATELITNEWS.ID, BALARAJA—Sebuah ruko yang berisi sparepart mobil di Kampung Talaga RT 03/RW02, Desa Talagasari, Kecamatan Balaraja ludes terbakar api, Sabtu (4/9) malam. Api yang melahap ruko itu diduga dari korlseting listrik.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Kosrudin mengatakan, awal mula api yang membakar sebuah ruko sparepart mobil milik Freddy di Balaraja tersebut, diketahui oleh salah satu tukang parkir yang bernama Cossa Riandra.
Kata Kosrudin, saat itu saksi melihat ada asap yang tebal di sebuah ruko milik Freddy tersebut. Melihat asap itu, Cossa langsung berteriak memanggil salah satu temannya yang bernama Nahrowi. Kemudian kedua saksi langsung menuju ruko untuk membangunkan penghuni ruko.
“Kedua saksi awalnya melihat asap yang sangat tebal, lalu tidak lama api besar muncul di ruko milik Freddy. Kedua Saksi Cossa dan Nahrowi langsung mendekat ke ruko dan mencoba untuk membangunkan para penghuni ruko,” kata Kosrudin kepada Satelit News, Minggu (5/9).
Lanjut Kosrudin, api yang membakar ruko milik Freddy terus membesar. Khawatir merembet ke ruko lainnya, Cossa dan Nahrowi mencoba untuk memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya. Sementara penghuni ruko yang sudah terbangun langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran dan Kepolisian Sektor Balaraja.
“Tidak berselang lama, tim pemadam tiba di lokasi dan langsung mencoba untuk memadamkan api yang sudah membesar,” katanya.
Sementara itu, Margono Agus menambahkan, untuk memadamkan api yang membakar ruko, tim pemadam menurunkan 5 unit mobil pemadam, sehingga setelah 1 jam setengah berjibaku dengan api. Lanjutnya, tim pemadam akhirnya bisa memadamkan api yang membakar ruko tersebut.
Menurut Margono, tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. Hanya saja, pemilik ruko memgalami kerugian sekitar Rp700 juta, karena satu gedung ruko beserta isinya hangus terbakar. Margono menduga, api yang membakar ruko tersebut disebabkan arus pendek atau korleting listrik.
“Penyebab sementara korleting listrik, tidak ada korban jiwa. Hanya saja kerugian materil mencapai Rp700 juta,” pungkasnya. (alfian/aditya)