SATELITNEWS.ID, LEBAK—Sekolah Khusus (SKh) di Kabupaten Lebak per hari ini mulai memberlakukan Pembelajaran Tatap Muka ( PTM) secara terbatas. Antusias dan penuh semangat terlihat dari para guru dan siswa. Salah satunya di SKhN 01 Lebak. Walaupun demikian, protokol kesehatan tetap diberlakukan secara ketat.
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang sudah berjalan di beberapa sekolah menjadi bagian semangat baru bagi tenaga pendidik dalam memberikan ilmu kepada para murid serta para siswa yang sudah jenuh belajar secara dalam jaringan (daring) baik tingkat SD, SMP hingga SMA. Rupanya, kebijakan PTM sudah ditunggu-tunggu SKh yang berada di Kompleks Pendidikan (Komdik) Kelurahan MCT, Kacamatan Rangkasbitung ini. Setelah adanya kebijakan itu semangat tercermin dan penuh semangat dalam menjalankan KBM.
Kegiatan pembelajaran tatap muka, yang sebelumnya terhenti karena pandemi, akhirnya bisa digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu diungkapkan Wakil Kurikulum SKhN 01 Lebak, Muhaimin. “Sebelum PTM dimulai, kami beserta tenaga pendidik dan tenaga pendidikan melakukan langkah-langkah terutama protokol kesehatan yang diutamakan dari sarana prasarananya,” kata Muhaemin, Senin (6/9)
Sebelum digelarnya PTM ini, kata Muhaemin para guru telah menjalani vaksinasi sesuai instruksi pemerintah. Maka hari ini (kemarin) digelar PTM ini sudah sesuai protokol kesehatan yang diinstruksikan pemerintah. “Sesuai syarat (prokes dan vaksin) telah kita jalani, semua guru telah divaksin untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada para siswa,” tandasnya.
Sementara Kepala Sekolah SKhN 01 Lebak, Ahmad Farid, mengatakan bahwa jika PTM berjalan positif maka kedepanya akan ada peningkatan untuk PTM ditingkatkan. “Apakah perjalanan PTM untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini bisa berdampak positif ataupun negatif, itu ketahuan di tahapan informasi. Nah jika kondisi ini terus menunjukan ke hal positif maka akan ditingkatkan,” katanya.
Ahmad Farid menambahkan kalo berdampak positif, karena PTM awal ini baru berjalan enam kelas. Kalau berdampak positif, maka akan kami perluas kembali, akan menambah kelas dan akan menambah tatap muka. Bahkan akan menambah warga sekolahnya atau tenaga pendidiknya.
Baca Juga: Jalankan Instruksi, Pemkab Tangerang Pilih Berlakukan WFH
“Walaupun jumlah siswa di SKh ini sedikit untuk teknisnya tetap ada pembatasan jumlah siswa yaitu 50 persen,” terangnya. “Saya berharap dengan digelarnya PTM ini bisa memberikan dampak yang baik untuk para siswa yang ada di SKh. Sebab, kita ketahui siswa di SKh ini berbeda dengan siswa-siswa di sekolah lainnya yang memiliki fisik normal,” timpalnya. (mulyana/made)
























