SATELITNEWS.ID, SERANG–Selama penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sejumlah hotel di kawasan Anyer – Cinangka, Kabupaten Serang, masih ada yang tutup.
Hal itu dikarenakan, keterbatasan modal untuk menggaji karyawan dan biaya operasional. Sementara pengunjung sepi, lantaran banyak penyekatan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang, Sukarjo mengatakan, hotel yang tutup selama PPKM semuanya ada 6, dari jumlah hotel yang ada di kawasan wisata Anyer – Cinangka sebanyak 28.
Menurut Sukarjo, adanya hotel yang masih tutup, lantaran mereka keterbatasan modal untuk membayar gaji karyawan dan membayar listrik, serta kebutuhan operasional lainnya. Sementara yang masih mampu bertahan untuk tetap beroperasi, karena pemiliknya memiliki modal.
“Kalau buka kan harus bayar gaji karyawan, bayar listrik, dan lainya. Nah kalau seperti kami, mampu bertahan karena pemiliknya modalin dulu, sebelum ramai lagi. Kemampuan owner kan beda-beda,” kata Sukarjo, Kamis (16/9/2021).
Namun ia memastikan, tidak ada hotel yang gulung tikar atau menjual asetnya, lantaran sepi pengunjung dimasa pandemi. “Belum ada yang jual hotel. Saya belum mendengar, kalau di Pelabuhan Ratu (Jawa Barat) banyak,” tuturnya.
Baca Juga: Korban Tabrak Lari Di Kramatwatu Serang Meninggal Dunia
Sukarjo-pun mengungkapkan, setelah Kabupaten Serang statusnya menjadi zona kuning atau level 2, hotel-hotel sekarang sudah kembali beroperasi.
“Sekarang sudah ada yang buka tutup. Kalau yang masih tutup ada dua yaitu, Alisa dan Green Garden,” tandasnya.
Ia mengakui, dengan dibuka kembali tempat wisata, semuanya atusias. Namun ia berharap, pengelola atau pelayan yang menjual produk pariwisata harus sadar dengan tetap menjaga protokol kesehatan.
“Kesadaran itu, untuk menjaga kepercayaan pemerintah, maupun kepada wisatawan,” tambahnya.
Sementara, Wakil Bupati (Wabup) Serang, Pandji Tirtayasa mengatakan, dampak Covid-19 untuk hotel-hotel memang sangat luar biasa terasa.
Karena kunjungan wisatawan dibatasi. Namun sekarang, kasus Covid-19 sudah mulai melandai. Sehingga, kegiatan ekonomi wisata bisa mulai menggeliat.
Baca Juga: Lepas Kontingen Popda, Sekda Serang Zaldi Target Juara dan Disporapar Peringkat 6
“Tapi kita tetap harus waspada,” ujarnya. (sidik)
