SATELITNEWS.ID, LEBAK—Aliansi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Lebak masih belum berhenti memperjuangkan nasib dalam proses rekrutmen CASN tahun 2021 ini. Mereka berencana bakal melakukan audiensi dengan Komisi X DPR RI untuk mempertanyakan minimnya formasi P3K pada rekrumen tahun 2021 ini.
Sebelumnya mereka sudah berkirim surat kepada Bupati dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lebak, M Agil Zulfikar, serta Kepala Dinas Pendidikan Lebak Wawan Ruswandi. “Rencana besok (Kamis tanggal 30 September 2021) kita akan menggelar audiensi dengan Komisi X DPRI, menindaklanjuti ketidakadilan ini,” kata Edi kepada SatelitNews.Id, Rabu (29/09/2021).
Edi menjelaskan, audiensi yang akan digelar secara zoom meeting ini dengan harapan Komisi X DRP RI bisa membantu memfasilitasi nasib para guru PAI di Kabupaten Lebak, khususnya pada formasi rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (P3K) yang dianggap minim kesempatan.
“Kita ketahui kuota guru PAI rekrutmen P3K 2021 ini sangat minim, yakni hanya 28 orang saja. Sementara yang mendaftar itu mencapai 440 orang, artinya ini pemerintah tidak serius dalam meningkatkan derajat atau memberikan kesempatan kepada guru PAI,” ujar Edi.
Edi berharap, baik nanti setelah di lakukan audiensi dengan Komisi X DPR RI serta dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak ada tanggapan positif untuk nasib para guru PAI ini. “Apa yang menjadi keluhan kami (aliansi guru PAI) bisa tersampaikan, tentunya harapan kami ada kesempatan dengan peluang besar untuk nasib para guru PAI,”imbuhnya.
Sebelumnya, keluhan Aliansi Guru PAI ini ditanggapi Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Lebak Feby Hardian Kurniawan. Dia mengatakan Pemkab Lebak telah mengusulkan sebanyak mungkin ke pemerintah pusat untuk formasi tersebut. Namun, kata Febby realisasinya itu tergantung keputusan pemerintah pusat.
Baca Juga: DPR Kaji Bantuan Operasional PTS, Ekosistem Pendidikan Tinggi Lebih Adil antara Negeri dan Swasta
“Sudah diusulkan ke pusat sebanyak mungkin. Tapi, kalau realisasinya itu tergantung mereka (pemerintah pusat). Tapi kita akan terus berusaha untuk memaksimalkan kebutuhan guru PAI,” pungkasnya.(mulyana)
























