SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menyoroti protokol kesehatan di tingkat sekolah ketika memantau pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat SD, Senin (8/11). Zaki meminta pihak sekolah lebih memperhatikan protokol kesehatan, khususnya terhadap para wali murid yang menjemput anaknya.
“Hari ini saya mampir di beberapa SD. Untuk yang di dalam sekolah sudah sudah baik.Hanya yang berada di luar pagar nih, ketika wali murid mengantar dan menunggu menjemput anak-anaknya,” ujar Zaki, Senin (8/11).
“Ini perlu nanti dinformasikan oleh Kadis Pendidikan kepada seluruh kepala sekolah, ntuk membuat bapak-ibu dan juga para wali murid ini paham tentang jaga jarak dan protokol kesehatan yang lain. Salah satunya memakai masker,” sambungnya.
Zaki akan menginstruksikan agar sekolah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mencegah adanya penularan Covid-19 di lingkungan sekolah. Seperti diketahui, Pemkab Tangerang membolehkan 1.090 sekolah dasar yang terdiri dari 749 SD negeri dan 341 SD swasta membuka PTM terbatas mulai Senin.
“Kita serahkan kepada sekolah-sekolah agar mereka nanti yang membentuk. Karena kalau dari Dinas Pendidikan untuk sekian ratus sekolah, hampir tidak mungkin. Tapi kita berikan kepada sekolah masing-masing,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah mengungkapkan, pelaksanaan PTM terbatas bagi jenjang SD diputuskan setelah tidak adanya kasus Covid-19 pada warga sekolah jenjang SMP yang telah lebih dulu menggelar PTM terbatas.
Ia juga menjelaskan kegiatan PTM terbatas jenjang SD semakin diperkuat dengan keputusan masuknya Kabupaten Tangerang pada level 1 dalam perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terbaru. Hal itu mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19. Sehingga, pihaknya mulai mengizinkan seluruh sekolah dasar dapat melaksanakan PTM terbatas.
“Semua boleh dan dapat melaksanakan PTM terbatas sesuai dengan imendagri dan sesuai keputusan bersama tentang petunjuk pelaksanaan PTM terbatas di masa pandemi covid-19,” ujar Syaifullah.
“Untuk PTM jenjang SD di kabupaten Tangerang sesuai Inmendagri terkait kondisi PPKM Jawa-Bali. Kabupaten Tangerang masuk di level 1, atas dasar itu bahwa imendagri boleh melaksanakan PTM bagi jenjang SD di daerah level 1 yakni PTM terbatas dengan maksimal 50 persen,” imbuhnya
Lanjut Syaifullah, pelaksanaan PTM hari pertama diklaim sudah berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Alhamdulillah PTM hari ini dari peninjauan pagi ini berjalan dengan baik, mungkin tadi bupati waktu pergantian sesi tapi tetap menjadi perhatian kita semua,”ucapnya.
“Atas laporan atau dari teman-teman di lapangan pada prinsipnya pembelajaran tatap muka terbatas di dalam sekolah dalam hal ini adalah anak mulai masuk gerbang sampai ke dalam kelas, semua berjalan lancar sesuai dengan protokol kesehatan,” sambung Syaifullah.
Namun, ia juga mengungkapkan, beberapa hal yang menjadi kendala dalam melakasanakan PTM terbatas adalah kekhawatiran orang tua terhadap anak. Meski begitu, pihaknya juga telah memberikan tugas kepada petugas di lingkungan sekolah untuk mengingatkan orang tua agar tidak khawatir.
“Mungkin mereka wali murid kelas 1, 2 dan 3 masih khawatir terhadap keberadaan anaknya di lingkungan sekolah, sehingga mereka masih menunggu didepan halaman ataupun di depan pagar sekolah,” jelasnya.
Setelah dilakukan PTM, nantinya pihaknya akan melakukan evaluasi pada setiap minggunya. Dinas Pendidikan berencana untuk melakukan testing pada siswa-siswi tingkat SD.
“Pasti ada, kita mengacu proses pada PTM terbatas jenjang SMP. Evaluasi akan dilaksanakan, artinya koordinasikan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan. Mungkin setelah melakukan 1 bulan PTM, kita lakukan sampel PCR seusai aturan kemenkes,” pungkasnya.
Kepala SDN Kaduagung 2 Murni Rotiyani mengatakan pihaknya telah melaksanakan pembelajaran tatap muka dilakukan dengan dua sesi.
“Alhamdulillah hari ini kita menggelar PTM, dengan dua sesi, sesi pertama belajar dengan waktu 2 jam,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan.
“Prokes pasti diterapkan, mulai dari pintu gerbang cek suhu, cuci tangan, dan lain sebagainya,”pungkasnya. (mg5/gatot)