SATELITNEWS.ID, TIGARAKSA—Pemkab Tangerang mulai bersiaga mengantisipasi banjir pada musim penghujan. Sebanyak 18 titik banjir yang tersebar di berbagai kecamatan akan menjadi prioritas penanganan.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengungkapkan lokasi banjir tersebut berada di sekitar aliran sungai dan di daerah merupakan genangan air. “Jadi nanti 18 titik ini kita akan lebih prioritaskan penanganannya,” ungkap Zaki dalam kegiatan apel kesiapsiagaan dan pelatihan pasukan dalam penanggulangan bencana menyusul adanya potensi cuaca ekstrem pada 2021-2022, Rabu (10/11).
Zaki mengatakan Pemkab Tangerang tak hanya mewaspadai terjadinya bencana banjir, tetapi harus juga mengantisipasi adanya bencana angin puting beliung. Ia mengungkapkan, untuk ketersediaan sarana dan prasarana seperti perahu karet baik itu milik BPBD Tangerang, TNI/Polri dipastikan aman dan bisa mencukupi kebutuhan dalam penanggulangan bencana.
“Dan untuk kesediaan kita saat ini baik itu sembako dan perlatan-peralatan mudah-mudahan bisa mencukupi pelayanan kepada masyarakat. Jika nanti suasana bencana lebih besar dalam penyiapan sarana dan prasarana tentunya kita akan bekerjasama dengan pihak lain,” kata dia.
Komandan Korem (Danrem) Wijayakrama 052, Brigjen TNI Rano Maxim Adolf Tilaar mengatakan apel kesiapsiagaan ini bertujuan untuk menyiapkan pasukan dari seluruh stakeholder atau antar lembaga dalam mengantisipasi terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Tangerang.
“Semua stakeholder dan unsur-unsur relawan atau kominitas kita siagakan dalam rangka penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Tangerang,” katanya.
Baca Juga: Teknisi Jembatan Hanyut di Sungai Cisadane, BPBD Tangsel Bantu Cari Korban
Menurutnya, wilayah Banten saat ini masuk dalam daerah terdampak bencana alam hidrometeorologi atau dikenal puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi jelang akhir tahun 2021-2022. Oleh karenanya, semua pihak harus sudah mulai berpikir untuk mengantisipasi dampaknya manakala itu terjadi dengan melakukan mitigasi bencana.
“Kita juga bukan hanya menyiagakan pasukan saja, tetapi kita lakukan simulasi yang dilakukan Polresta Tangerang. Bagaimana menggunakan alat-alat yang bisa digunakan pada saat operasi penyelamatan,” ujarnya.
Selain itu, dari pihak Pemerintah Kabupaten Tangerang harus melakukan pemetaan wilayah-wilayah rawan bencana, baik itu bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung dan lain sebagainya.
Kemudian, ia mengungkapkan, untuk tindakan yang harus dilakukan saat terjadinya bencana alam, pihaknya akan mengerahkan dan memberikan dukungan. Baik itu personel, peralatan, sarana dan prasarana ke lokasi bencana. Selanjutnya, membantu menyiapkan jalur evakuasi pencarian dan penyelamatan bagi korban yang terdampak.
“Kita juga harus siapkan jalur evakuasi, bagaimana nanti membawa masyarakat yang nantinya kita bawa ke titik pengungsian atau titik evakuasi. Kita siapkan juga dapur umum, MCK baik yang ada di sarana dan prasarana milik TNI/Polri,” tambahnya.
Ia menyebutkan, dalam kesiapsiagaan untuk mengantisipasi bencana ini, hal yang paling penting selain penyelamatan, yaitu pendataan terhadap kelompok lanjut usia (lansia). Yang mana menurut dia, pada kelompok tersebut sangat sulit dilakukan evakuasi saat bencana terjadi.
Baca Juga: Diguyur Hujan, 568 Rumah di Kabupaten Serang Terendam Banjir
“Karena nanti pada bencana banjir itu, konsentrasi kita biasanya fokus pada evakuasi anak-anak dan wanita” ucapnya. (alfian)
























