SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Untuk menghadapi kemungkinan bencana yang terjadi, baik bencana alam maupun non alam yang bisa terjadi kapan-pun di Kabupaten Pandeglang. Berbagai elemen, melakukan simulasi ruang darurat bencana banjir integritasi Covid-19.
Kegiatan tersebut dipelopori Adventist Development dan Relief Agency (ADRA) Indonesia dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, digelar di Aula Pendopo Bupati Pandeglang, Kamis (18/11/2021).
Adapun elemen masyarakat dan komunitas kebencanaan yang dilibatkan antara lain, Kampung Siaga Bencana (KSB), Taruna Siaga Bencana (Tagana), Palang Merah Indonesia (PMI), wartawan dan lainnya.
Selain itu, TNI dan Polri, serta perwakilan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, yang berlangsung selama dua hari (Rabu-Kamis,17-18/11/2021).
Projek Manager ADRA Indonesia, Aminudin menyatakan, simulasi ruang darurat bencana banjir integritasi Covid-19 bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang ketangguhan bencana.
Selain itu katanya, simulasi ruang darurat bencana banjir integritasi Covid-19 itu merupakan kegiatan kepemimpinan lokal dalam kesiapsiagaan dan perlindungan bencana melalui penguatan lembaga dan staf yang handal dan pembelajaran berkelanjutan, salah satunya adalah simulasi penanganan bencana banjir.
Baca Juga: LIPP Banten: Pejabat Hasil Lelang Terbuka Pemkab Pandeglang Harus Berintegritas
“Kegiatan ini untuk membangun kesiapsiagaan dalam bencana, khusunya disini banjir,” kata Aminudin, Kamis (18/11/2021).
Menurutnya, ada empat jenis pelatihan yang diberikan kepada peserta, baik dari instansi maupun non instansi diantaranya, pelatihan standar, pelatihan kluster, pelatihan kaji cepat dan sebagainya.
Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, mampu meningkatkan keterampilan dan kesiapsiagaan sumber daya manusia dalam penanggulangan kebencanaan.
“Ke empat itu adalah bagian dari kesiapsiagaan bencana, jadi disini kita berikan pelatihan agar semua memiliki keterampilan dalam penanganan bencana,” paparnya.
Sementara, Penjabat Sekeretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat mengatakan, ada sekitar 11 dari 35 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang yang masuk daerah paling rawan bencana banjir yakni, diantaranya Kecamatan Sindangresmi, Panimbang dan Kecamatan Cikeusik.
“Sesuai data ada 11 kecamatan yang langganan banjir dari tahun ke tahun, maka hari ini mempersiapkan penanganan itu semua,” ungkap Taufik.
Baca Juga: UDD PMI Pandeglang Peringati Hari Donor Darah Sedunia
Untuk itu, Taufik menilai kegiatan kontigensi penanggulangan bencana banjir ini sangat penting dilakukan, agar masyarakat mampu memahami apa yang seharusnya dilakukan saat terjadi bencana banjir. Selain kordinasi antara pihak pemerintah dan tokoh masyarakat perlu terjalin, karena menurutnya tanpa itu semua masyarakat tidak akan selamat dari banjir.
“Diharapkan penanganan bencana ini harus menjadikan kekuatan besar, karena tanpa adanya pihak satu dan yang kain tidak akan ada kebersamaan. Karena pas di lokasi kan ada pihak kecamatan, desa dan lainnya,” imbuhnya. (nipal)
