SATELITNEWS.ID, SERANG–Wakil Bupati (Wabup) Serang, Pandji Tirtayasa, memastikan akan mengejar Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan PT Wika, untuk segera menyelesaikan kewajibannya membangun SDN terdampak Tol Serang – Panimbang. Karena pembangunan sekolah tersebut, merupakan komitmen mereka.
“Tadinya kita mengingingkan tidak ada peresmian (Jalan Tol Serang – Panimbang), sebelum 4 SD itu selesai (dibangun). Tapi ternyata, ini kebijakan nasional dengan tidak melihat pada hutang yang belum diselesaikan, pak Jokowi meresmikan jalan tol,” kata Pandji, Senin (21/11/2021).
Namun meski sudah diresmikan, kata Pandji, pihaknya akan terus mengejar baik ke BPJT ataupun ke Wika untuk menyelesaikan pembangunan sekolah tersebut dengan berkirim surat. Menurutnya, jangan sampai anak anak sekolah dikorbankan.
“Saya yakin pak Jokowi gak tahu, kalau masih ada 4 sekolah dasar yang terkatung katung,” kata Pandji.
Diakui Pandji, belum selesainya pembangunan SD terdampak tol tersebut, karena persoalan tanah. “Ada tanah cocok, dianya sudah siap kita gak cocok lahannya, kan kitanya (ingin) harus sempurna, ini kaitannya dengan anak sekolah,” tuturnya.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Amar Ma’ruf mengatakan, sekarang ini dari 4 sekolah terdampak tol masih 2 dua yang belum rampung pembebasan lahannya. Sementara dua lagi sudah dibangun.
Baca Juga: Baru Satu Persen Penduduk Kabupaten Serang Miliki KTP Digital
“Lahan sudah ada, tinggal proses pembayaran saja oleh PPK. Kalau proses pembayaran sudah selesai, nanti tinggal Wika upload tender,” tandas Amar.
Namun ia tidak dapat menargetkan relokasi tersebut rampung kapan. Karena penangananya ada di Wika. “Tapi dari Dinas Pendidikan selalu menyampaikan permohonan supaya segera terealisasi, karena bagaiamanpun yang menjadi korban anak anak,” tuturnya. (sidik)
























