SATELITNEWS.ID, SERANG–Wakil Bupati (Wabup) Serang Pandji Tirtayasa, meminta PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Serang (Perseroda) lebih inovatif dan kreatif.
Hal itu disampaikannya, saat membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT BPR Serang (Perseroda), di salah satu hotel di Kecamatan Waringin Kurung, Kabupaten Serang, Selasa (14/12/2021).
“Kami (Pemkab Serang,red), selaku pemagang saham mayoritas menekankan kepada pengurus PT BPR Serang, pertama, agar terus menjaga soliditas dan tingkatkan komunikasi, serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait, khususnya sesama pengurus dan dengan pemegang saham,” kata Pandji.
Selain itu, pengurus dan pegawai PT BPR Serang, agar selalu mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan operasioanl perbankan. Selanjutnya, pengurus dan pegawai PT BPR harus meningkatkan kompetensi dan integritas yang baik, agar mampu berdaya saing dalam menghadapi persaingan dunia perbankan yang saat ini yang semakin kompetitif.
“Diharapkan pula, pengurus dan pegawai PT BPR agar tetap komitmen memegang amanah dan selalu meningkatkan pelayanan bagi nasabahnya,” tutur Pandji.
Ia juga menekankan, di masa pandemi Covid-19 pasti berdampak bagi perekonomian Indonesia termasuk jasa perbankan BPR. Namun, BPR harus tetap menjalankan usaha dengan mengedepankan protokol kesehatan (Prokes), dan mencari solusi terhadap dampak seperti ini.
Baca Juga: 8 Kades PAW Dilantik, Bupati Lebak Ingatkan Tata Kelola Dana Desa
“Jajaran direksi juga dituntut untuk lebih inovatif dan kreatif untuk mendapatkan sumber dana yang murah,” tegas Pandji.
Pandji juga mengajak kepada pemilik saham lainnya, untuk bersama-sama mengevaluasi secara berkala guna mengukur kinerja PT BPR Serang. “Evaluasi agar PT BPR Serang semakin maju dan berkembang, menjadi Bank Serang semakin terpercaya dan sejahtera,” tambahnya.
Sementara, Direktur Utama (Dirut) PT BPR Serang, Acep Heri Suhana mengatakan, semua pihak, seluruh stakeholder baik BPR yang di dalamnya ada para pegawai, pengurus, direksi dan komisaris harus terbina suatu hubungan komunikasi yang sangat bagus.
“Karena kan bisa saja kegagalan itu akibat dari salah komunikasi, begitu. Itu yang ingin di tekankan pa wakil bupati. Intinya komunikasi itu merupakan senjata ampuh untuk BPR bisa tumbuh lebih baik lagi,” ungkap Acep.
Ditambahkannya, tujuan BPR jika dibandingkan yang ada di Jawa Barat dan Banten merupakan yang terbaik. “Akan tetapi, selalu ada harapan bahwa selalu untuk bisa tumbuh dan tumbuh lagi dengan tidak meninggalkan komunikasi yang lancar dengan para pihak stakeholder,” tandasnya.
Kedepannya, kata Acep, sesuai dengan rencana kerja BPR Serang disetujui pemegang saham. Bahwa, pertumbuhan kurang lebih 10 persen pihaknya akan berupaya untuk membuka pasar baru dan memperdalam pasar yang sudah ada.
Baca Juga: Kenaikan HET Belum Diumumkan, Harga MinyaKita di Lebak Sudah Rp 21 Ribu/Liter
“Jadi dengan kondisi seperti itu rencana kerja tahun 2022 harapannya, mudah-mudahan apa yang sudah di rencanakan bisa terealisasi,” imbuhnya. (sidik)
