SATELITNEWS.ID, SERANG—Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang menggelar Festival Kaibon 2021 di salah satu hotel di Kota Serang, Selasa (14/12). Dalam kegiatan tersebut, sejumlah kesenian dan budaya Kota Serang ditampilkan.
Wali Kota Serang, Syafrudin mengatakan, kegiatan festival tersebut diharapkan dapat membangkitkan kembali kreasi-kreasi seni asli Kota Serang. Mengingat, Kota Serang merupakan Ibukota Provinsi Banten, yang dulunya merupakan cikal bakal terbentuknya Banten.
“Festival Kaibon ini sebenarnya dilaksanakan setiap tahun. Intinya di Festival Kaibon ini menampilkan beberapa budaya, seni dan ikon Banten yang selama ini Banten ada beberapa (ikon) ada Kaibon, Keraton Surosowan, Despelwijk, yang sejak jaman penjajahan sudah ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kota Serang sudah kaya akan budaya dan pariwisata. Salah satunya wisata religi di Kota Serang. Syafrudin berharap, Festival Kaibon bisa memberikan manfaat dan bisa dilihat oleh masyarakat luar Kota Serang.
“Sehingga (masyarakat luar) bukan sekedar transit di Kota Serang, tapi menjadi kota tujuan karena ada yang dilihat,” katanya.
Hadir dalam festival tersebut, Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin, Sekda Kota Serang, Nanang Saefudin, Kepala Disparpora Yoyo Wicahyono, Ketua Komisi II DPRD Kota Serang, Jumhadi, sejumlah kepala OPD, Camat dan penggiat wisata Kota Serang.
Baca Juga: 1.800 Masker Gratis Dibagikan Kepada Pengendara di Kota Serang dan Cilegon
Syafrudin mengungkapkan, Pemkot Serang akan mulai menyediakan tempat untuk para seniman di Kota Serang. Tempat itu berlokasi di Gedung Juang, Alun-alun Kota Serang. Gedung tersebut disiapkan untuk memfasilitasi anak-anak Kota Serang yang ingin menampilkan kreasi
“Di belakang (gedung juang) ada tanah kosong untuk dibuat mimbar bagi anak-anak yang ingin menampilkan kreasi-kreasi seni, kebudayaan yang ada di Kota Serang,” tandasnya.
Kepala Disparpora Kota Serang Yoyo Wicahyono, menyampaikan bahwa Festival Kaibon dilaksanakan setiap tahun. Dengan harapan, apabila setiap tahun dilakukan, mudah-mudahan bisa masuk 100 kalender Menparekraf.
“Karena salah satu (syarat) nya memang harus secara terus menerus dilakukan. Hanya kami belum melebarkan sayap mengikutkan peserta dari luar daerah,” katanya.
Mengingat kondisi masih pandemi Covid-19, ditambah ingin menginternalisasi kebudayaan Kota Serang, pihaknya juga menghadirkan sejumlah Sanggar, Pokdarwis dan warga dari kampung wisata.
“Kita ingin kembali menghidupkan kesenian tradisional seni seni budaya tradisional yang ada di Kota Serang,” tandasnya. (muf/bnn/gatot)
Baca Juga: Pemprov Banten Ajukan Kuota Tambahan Solar
























