SATELITNEWS, LEBAK—Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Lebak mempertanyakan pengawasan terhadap anak atau pengunjung wisata di kolam renang Bina Insan Mandiri (BIM) Rangkasbirung Kabupaten Lebak yang berujung hilangnya nyawa siswa PAUD berusia 7 tahun, Minggu (19/12/2021).
Ketua LPA Kabupaten Lebak Oman Rohmawan mempertanyakan bagaimana pengawasan pihak sekolah maupun petugas pengawas kolam renang sampai bocah 7 tahun bisa tenggelam, karena seharusnya anak bermain di kolam yang dangkal.
“Ini yang saya sayangkan terkait insiden tersebut, tempat bermain jadi seperti belum ramah anak. Pengawasan pihak sekolah maupun pengawasan oleh pengelola masih sangat kurang,” kata Oman, Senin (20/12/2021)
Oman juga mempertanyakan peran orangtua dalam kegiatan-kegiatan semacam itu. Sebab, ketika mendampingi kegiatan anak, orangtua harus juga ikut benar-benar mengawasi jangan sampai disibukkan kegiatan lainnya.
“Jangan sampai orangtua juga sibuk sendiri atau asyik dengan kegiatannya dan yang jadi pertanyaan juga apa pihak sekolah sudah memberikan arahan dan imbauan kepada masing-masing orangtua sebelum kegiatan dimulai?” tanya Oman.
Oleh karena itu, Oman meminta semua pihak bertanggung jawab atas insiden yang telah merenggut nyawa anak berusia 7 tahun tersebut. “Semua pihak harus bertanggung jawab, karena ini sudah sampai nyawa yang hilang. Iya, semua yang terkait mulai dari pihak sekolah dan pengelola kolam renang harus bertanggungjawab,” pinta Oman.
Baca Juga: Waduk Karian Lebak Semakin Mengering, Jejak Permukiman Lama Jadi Magnet Wisata
Saat dikonfirmasi, pemilik BIM Waterboom, Asep Komar mengaku, telah menemui pihak keluarga D dan telah melakukan percakapan terkait insiden tersebut. “Saya menemui dan berbincang dengan pihak keluarga di Muncang, dan pihak keluarga sudah menyadari bahwa kejadian kemarin itu musibah dan ikhlas,” kata Asep.
Diberitakan sebelumnya, Seorang anak yang masih duduk di bangku PAUD di Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, meninggal dunia setelah tenggelam di tempat wisata Kolam Renang Waterboom, di Kampung Cimesir, Desa Rangkasbitung Timur, Kabupaten Lebak, Minggu (19/12).
Korban, Deri (7), warga Kampung Karang RT 003 RW 001, Desa Jagaraksa, Kecamatan Muncang, Kabupaten Lebak, berenang bersama teman – temannya sekitar pukul 10.00 WIB. Di tengah keramaian di lokasi, ibu korban, mencari korban yang tak terlihat seperti anak – anak TK/PAUD lainnya. Beberapa menit kemudian, korban ditemukan tenggelam dan tak sadarkan diri. Hingga akhirnya, korban dilarikan ke RS Kartini, Rangkasbitung. Namun nyawa sang anak tidak terselamatkan dan meninggal dunia.(mulyana)
























