SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Besok (Jumat,24/12/2021) pukul 20.00 WIB, Komunitas Peduli Pariwisata Carita (KPPC) menggelar refleksi 3 tahun tragedi Tsunami Selat Sunda dan Mengenang Letusan Gunung Krakatau 1883 silam, sambil istigosah di Masjid Syeh Al-Khuseni, Carita, Kabupaten Pandeglang.
Ketua KPPC, Frangky Supriadi mengatakan, sebenarnya kegiatan itu untuk yang kali kedua. Tapi peringatan yang dilaksanakan secara terbuka adalah, yang pertama kali dilakukannya. Karena di saat peringatan pertama, terkendala situasi pandemi Covid-19.
“Pada tanggal 22 Desember 2018 lalu, peristiwa tsunami yang disebabkan oleh guncangan Gunung Anak Krakatau, menghantam daerah pesisir Banten dan Lampung. Sedikitnya 426 orang tewas, dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa tersebut. Dari sinilah, awal gagasan acara ini muncul,” kata Frangky, Kamis (23/12/2021).
Kata Frangky, kegiatan itu pula sebagai sarana berkumpul dan bersilaturahmi, khusunya dengan jajaran Muspika, pelaku dan penggiat pariwisata di Carita, serta sejumlah organisasi kemanusiaan.
“Selain itu, sebagai ajang introsfeksi diri. Disamping kita berdoa bersama, untuk para korban tragedi Tsunami Selat Sunda, sambil menggelar acara santuna yatim, ceramah, zikir bersama, dan berdoa, untuk bangsa. Agar selalu dijauhkan dari musibah, serta bencana,” tambahnya.
Frangky berharap, acara tersebut bisa menjadi sebuah peringatan untuk semua. Dan ia menjamin, meskipun kegiatan tersebut dilakukan secara terbuka, namun untuk mengantisipasi kemungkinan adanya klaster baru Covid-19 pada acara itu, ia dan panitia akan tetap terapkan aturan Protokol Kesehatan (Prokes) ketat.
“Standar Prokes tetap diberlakukan. Ini akan menjadi agenda rutin tahunan KPPC,” pungkasnya. (mardiana)