SATELITNEWS.ID, SERANG–Pembebasan lahan untuk relokasi salah satu sekolah terdampak tol Serang – Panimbang (Serpan), di Kecamatan Cikeusal, yaitu SDN Inpres, gagal.
Karena akses jalan menuju lokasi sekolah tersebut, sekitar 90 meter tidak dijual oleh pemiliknya. Sehingga, harus mencari lahan lain untuk lokasi relokasi sekolah.
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, Amar Ma’ruf mengatakan, awalnya ia sudah menemukan lahan yang sesuai untuk SD Inpres. Namun karena ada kendala, akhirnya lokasi relokasi harus berubah.
“Jadi setelah ada survey dari kita dengan pihak PPK, kami sudah menemukan lahan yang sesuai. Hanya saja kendalanya, akses jalan 90 meter tidak dijual oleh pemiliknya, maka kita harus mengalihkan. Karena tidak mungkin lokasi disitu, kalau tidak ada akses,” kata Ma’ruf, Selasa (28/12/2021).
Ma’ruf-pun mengaku, sudah mencari lahan pengganti bersama pihak PPK, dan sudah menemukan lahan yang strategis. Saat ini, lahan tersebut masih dalam proses penelitian alas haknya.
“Jadi ketika alas haknya sudah jelas, kita harus berproses revisi SK Penlok (Surat Keputusan Penetapan Lokasi),” tuturnya.
Baca Juga: Sejumlah Sekolah Dasar di Kabupaten Serang Sepi Peminat, Dindikbud Turun Tangan
Sedangkan tiga sekolah lainnya, kata Ma’ruf, untuk SD Cipete di Kecamatan Kragilan sekarang dalam proses pembuatan DED. Kemudian untuk SD Seba di Kecamatan Cikeusal, sudah 100 persen selesai dibangun.
“Tinggal, nanti untuk SD Seba proses penyerahan aset. Nanti diagendakan oleh Wika beserta Pemda, untuk dilakukan proses penyerahan aset. Untuk SDN Cilayangguha, saat ini proses pembangunanya pada posisi 80 persen,” ujarnya lagi.
Terkait target dioperasikannya sekolah tersebut, Maruf mengaku, akan meminta kepada Wika agar gedung yang sudah selesai, dapat digunakan pada bulan Januari 2022. “Jadi parsial,” imbuhnya. (sidik)
























