SATELITNEWS.ID, SERANG–Kepala Desa (Kades) Nagara, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, Abdul, curhat ke Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, mengenai kondisi jalan rusak, rumah tidak layak huni dan banjir.
Ia menyampaikan persoalan tersebut, saat memberikan sambutan dalam kegiatan peresmian Kampung Baznas, di halaman kantornya, Selasa (4/1/2021).
“Di Desa kami kan banyak rumah yang tidak layak huni, setelah saya terpilih jadi Kepala Desa (Kades), saya survey ke masyarakat. Ternyata, ada 200 lebih (Rutilahu), yang baru dibangun 15, masih banyak kekurangannya,” kata Abdul.
Oleh karena itu, ia-pun meminta kepada Bupati Serang dan Baznas untuk mempertimbangkan di tahun yang akan datang, terkait bantuan pembangunannya dapat dilanjutkan. Kemudian kedua, adalah jalan kabupaten.
“Kalau jam 3, ini sudah macet. Sedangkan jalan ini (penghubung Tambak, Kecamatan Kibin dan Kecamatan Bandung), terlalu sempit dan hancur. Jadi saya mohon ke ibu Bupati, agar ada jalan alternatif untuk mengurai kemacetan,” harapnya.
Selanjutnya adalah persoalan banjir, menurutnya hampir semua kampung di Desanya kerap terendam banjir, dari luapan Sungai Ciujung.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
“Alhamdulillah, di bibir sungai sudah ada tanggul. Mudah-mudahan, di tahun yang akan datang bisa diselesaikan,” tandasnya.
Menanggapi persoalan tersebut, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, meminta kepada Camat supaya melaporkan secara tertulis persoalan yang ada di lapangan. Kemudian selanjutnya, bisa dilaporkan ke dinas masing-masing.
“Kalau di data kami, jalan kabupaten 601 kilometer, tahun ini selesai. Dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), sekarang mulai menggarap jalan Desa 400 kilometer, untuk ditingkatkan sehingga menjadi lebar. Kalau tadi Kades menyampaikan, di sini ada jalan rusak, agar disampaikan,” ungkap Tatu.
Kemudian terkait rumah tidak layak huni, kata Tatu, pembangunan rumah layak huni merupakan program prioritasnya sejak tahun 2016. Oleh karena itu, setiap tahun ia selalu menganggarkan untuk bantuan Rutilahu.
“Perlu saya sampaikan, di tahun 2016 ada 10.723 Rutilahu. Kemudian setiap tahun kita anggarkan, baik dari dana Pusat, Provinsi, Kabupaten, Baznas, sedekahnya ASN dan CSR perusahaan. Sampai tahun kemarin (2021,red) tersisa 3.109 rumah. Tahun ini (2022,red), ada anggaran untuk 1.902 rumah dan di tahun 2023 tersisa 1.207 rumah. InsyaAllah, diakhir periode saya selesai,” tuturnya.
Namun demikian, ia meminta kepada Camat dan Kades agar mendata ulang, dan menyisir kembali Rutilahu. Karena dikhawatirkan, ada rumah yang belum masuk datanya ke Perkim. Jadi tuntas,” imbuhnya. (sidik)
Baca Juga: Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat
























