SATELITNEWS.ID, SERANG – Terkait peristiwa ledakan di Kampung Cisaat, Desa Tangkil Sari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Minggu (9/1/2022) sekira pukul 20.30 WIB lalu. Dipastikan tak ada hubungannya dengan jaringan terorisme.
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol. Shinto Silitonga menegaskan, personel unit Jibom Satbrimob Polda Banten telah melakukan sterilisasi, dilanjutkan dengan olah TKP oleh Unit Inafis Ditreskrimum Polda Banten.
“Paralel dengan itu, Biddokes Polda Banten juga melakukan otopsi atas tubuh korban, Ulung (45) di RSUD Berkah Pandeglang,” kata Kombes Pol. Shinto Silitonga, Senin (10/1/2022).
Dari rangkaian sterilisasi itu, katanya, sejak siang hingga sore tadi ditemukan beberapa bungkus plastik kecil sisa flash powder, serbuk belerang, potasium, termasuk alat tumbuk, dan saringan.
“Sesuai dengan hasil analisa dan evaluasi bersama menjelang malam tadi, dapat disimpulkan bahwa sumber ledakan berasal dari bahan peledak yang digunakan untuk membuat bom ikan, efek ledakan cenderung low explosive, bukan jenis bahan peledak yang dibuat oleh jaringan terorisme,” tegas Shinto Silitonga.
Sejalan dengan itu, Unit Jibom Satbrimob Polda Banten juga, tidak menemukan power dan initiatior saat melakukan sterilisasi, sebagaimana biasa digunakan oleh kelompok terorisme yang senantisa memadukan power, initiator, explosive, switching, casing dan countainer dalam setiap aksi pembuatan bom.
Baca Juga: Ini Daftar Sembilan Pejabat Polda Banten yang Dimutasi, Salah Satunya Dirreskrimsus
“Dari karakter bahan peledak yang ditemukan di TKP, tidak ada power dan initiatornya. Sehingga disimpulkan, bahan peledak itu bukan bom untuk aksi teroris, namun digunakan untuk menangkap ikan dengan bahan peledak,” tambahnya.
Ditambahkannya, dari hasil otopsi yang berlangsung pada siang hari, dokter forensik dari Biddokkes Polda Banten tidak menemukan adanya material gotri, paku dan material berbahaya lainnya pada tubuh korban.
“Dokter forensik yang melakukan otopsi berkeyakinan, dari dampak bahan peledak pada tubuh manusia, tidak ada material berbahaya yang biasa digunakan dalam bom oleh kelompok teroris,” ujarnya lagi.
Diinformasikan, hingga kini penyelidikan terus berjalan, untuk dapat menjawab mengapa ditemukan bahan peledak di rumah korban, yang juga mengakibatkan istrinya turut terluka parah.
“Dari catatan kriminal di Ditpolairud Polda Banten, ada beberapa nama yang menjadi target operasi. Karena perkara penggunaan bom ikan disekitar TKP. Informasi ini pasti akan didalami. Sehingga dapat diketahui, siapa pelaku yang memasok bahan peledak ini ke TKP,” imbuhnya. (mardiana)

















