SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG–Gempa bumi yang tejadi beberapa pekan lalu, berdampak signifikan terhadap tingkat kunjungan wisatawan, khususnya tempat wisata pantai di Kabupaten Pandeglang.
Sebab, pada libur akhir pekan lalu, wisatawan yang berkunjung ke objek wisata pantai seperti, Tanjung Lesung hanya mampu tembus 30-50 persen, padahal biasanya mampu mencapai 70 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pandeglang, Widiasmanto mengungkapkan, faktor gempa bumi sangat berdampak pada kunjungan wisatawan ke wisata pantai.
“Tingkat kunjungan wisatawan sangat berkurang,” kata Widi, Senin (24/1/2022).
Selain itu, pihaknya menilai masih ada beberapa faktor lain yang membuat wisatawan enggan berkunjung. “Berbagai kondisi dan faktor lainnya juga. Salah satunya, pandemi Covid-19,” tambahnya.
Menurutnya, saat hari libur tiba, biasanya jumlah wisatawan yang berkunjung khususnya ke pantai Tanjung Lesung mencapai 70 persen. Namun, untuk saat ini tingkat kunjungan wisatawan diangka 50 persen-pun, dirasa begitu sulit.
“Kita berusaha dengan berbagai cara, untuk menarik wisatawan agar mau berkunjung,” tandasnya.
Namun ia mengaku, tak putus asa dan tetap melakukan berbagai cara, agar tingkat kunjungan kembali normal. “Kami berharap, agar tingkat kunjungan wisatawan kembali normal. Butuh dukungan semua pihak, termasuk pemerintah,” tandasnya.
Senada, Human Resources Development (HRD) dan Humas Coconut Island (CCI), Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Vega Planeta Sari. Menurutnya, pasca terjadinya gempa bumi dan adanya isu tsunami, membuat kawasan wisata CCI sepi pengunjung.
“Hingga saat ini, CCI masih sepi pengunjung. Ada juga hanya beberapa saja,” pungkasnya. (nipal)