SATELITNEWS.ID,TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang menyerahkan penataan dan pengelolaan kawasan wisata kuliner Pasar Lama PT Tangerang Nusantara Global (TNG). Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangerang ini memiliki waktu enam bulan untuk melaksanakan tugasnya.
Direktur Utama PT TNG, Edi Candra mengatakan pihaknya telah menyusun skema untuk enam bulan ke depan. Secara konferensif kata dia terdapat rencana jarang pendek, menengah dan panjang.
“Jarak dekatnya kita akan lakukan sesuai dengan yang sudah kita usulkan tempo hari. Yakni menata perparkiran. Nanti akan disandingkan dengan perparkirannya biar secara konprehensiflah penataannya,” ujar Edi, Jumat (28/1/2022).
Untuk jangka menengah dan panjang, PT TNG bakal membentuk kelompok kerja (Pokja) dalam mengelola wisata kuliner Pasar Lama. Pihaknya pun akan secepatnya berkoordinasi untuk pengelolaan pasar tersebut.
“Kita sedang terus koordinasi. Kita akan lakukan konsultasi untuk kajian. PT TNG juga akan membentuk Pokja untuk melakukan kegiatan yang membutuhkan dukungan. PT TNG enggak bisa kerja sendiri,” katanya.
Dalam pengelolaan wisata kuliner Pasar Lama, pihaknya juga bakal merangkul masyarakat lokal. “Harus, bagaimana pun juga kita harus merangkul, kita nggak bisa kerja sendiri. Kita harus sama sama untuk membangun stakeholder yang ada, menata Pasar Lama artinya kita ngajak untuk menata sama-sama,” jelasnya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD: Geliat Investasi di Cipondoh Jadi Sinyal Positif Ekonomi Kota Tangerang
Pengelolaan wisata kuliner Pasar Lama perlu ada kajian yang akan menjadi acuan. Sebab, hal ini menyangkut Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang aka dihasilkan untuk Kota Tangerang.
“Kan itu perencanaannya, kan kita bagaimana membuat secara komprehensif melakukan kajian, lalu nanti ada konsultasi publik,” jelasnya.
Edi mengatakan PAD yang dihasilkan dari wisata kuliner Pasar Lama berasal dari parkiran dan sewa tempat UMKM. Kontribusi yang diberikan pelaku UMKM itu kata Edi masih belum dapat dikalkulasikan. Sebab, harus melewati proses kajian bersama para pelaku UMKM.
“Iya namanya kontribusi ya. Mungkin bisa jadi tiap bulan ,tiap hari atau tahun , nanti tinggal dibahas aja, kan masih proses kajian. Minta pendapat salah satunya dari pedagang itu sendiri,” tuturnya.
Diprediksi, PAD yang dihasilkan dari wisata kuliner Pasar Lama mencapai miliaran rupiah per tahun. “Semakin banyak pedagang, semakin banyak kontribusi-nya,” imbuh Edi.
Baca Juga: Libur Iduladha, Bus Tayo dan SiBenteng Tangerang Tetap Beroperasi
Begitu pula dengan anggaran yang disediakan untuk penataan wisata kuliner pasar lama. Menurut Edi hal tersebut masih dalam kajian.
“Masih diperhitungkan oleh tim kita di tim PT TNG, namun demikian ini akan mengambil dari sisi modal, PT TNG bisa saja juga bekerja sama dengan pihak lain, sponsorhip semacam itu,” kata Edi.
Kendati demikian, di balik itu semua kata Edi tujuan utamanya adalah untuk memajukan UMKM di Kota Tangerang. “Artinya bukan cuma cuan (uang) yang kita pikirkan namun bagaimana caranya mampu mengatur, menata, mengelola. Sehingga pasar lama menjadi ikon yang memang jika menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tangerang untuk wisata kuliner,” pungkasnya. (irfan)
