SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Pandeglang, gencarkan inpeksi mendadak (sidak) minimarket.
Kepala Diskoperindag Kabupaten Pandeglang, Suhaedi Kurdiatna menyatakan, selain mengontrol pembelian berlebih minyak goreng subsidi oleh masyarakat, sidak tersebut dilakukan untuk mengecek stok minyak goreng yang ada di minimarket, serta mencegah adanya penimbunan.
“Pengawasan wajib kami lakukan, karena itu tadi. Kita semua harus mencegah penimbunan, pembelian berlebih minyak goreng subsidi yang dilakukan masyarakat, dan mengecek stok minyak goreng,” kata Suhaedi, Minggu (30/1/2022).
Menurutnya, sidak perdana dilakukannya pada Jumat (28/1/2022) lalu. Pada sidak tersebut, pihaknya tidak menemukan warga yang membeli lebih dari yang ditetapkan, dan ia juga menyebutkan stok minyak goreng di minimarket aman.
“Alhamdulillah, kami tidak temukan ada masalah di minimarket. Mereka melaksanakan aturan dengan baik,” tandasnya.
Dipastikannya, di dalam gudang minimarket juga terlihat stok minyak masih ada. Hanya saja memang kata dia, tinggal sedikit lagi.
Baca Juga: Minyakita Dikeluarkan dari Bansos, Dialihkan ke Pasar Rakyat
“Kami cek langsung ke gudang, stoknya sudah mau habis. Makanya kami minta kepada pihak warlaba, agar melaksanakan ketentuan yang berlaku dan menyediakan stok cukup, serta menjual cukup satu kemasan pada setiap konsumen,” sarannya.
Disinggung, apakah harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi?, Suhaedi menyatakan, harga minyak di pasar masih tinggi karena gebrakan Pemerintah baru di minimarket.
“Nanti kalau tanggal 1 Februari, kebijakan mulai ke pasar tradisional. Kalau itu sudah berjalan, maka tidak akan ada lagi aksi borong di warlaba,” ungkapnya.
Ditambahkannya, berdasarkan hasil pantauannya, setiap hari minyak yang dijajakan selalu habis. Ia juga berharap dan mengimbau masyarakat, agar tidak melakukan aksi borong.
“Alhamdulillah, tiap hari datang dan habis, tidak ada menyembunyikan stok. Kami apresiasi, tidak ada penimbunan. Masyarakat tidak usah panik,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Toko Minimarket di Ciekek, Pandeglang, Nur Azizah menyatakan, pihaknya hanya menyediakan lima dus saja setiap harinya, dan saat ini stoknya sudah habis ada.
Baca Juga: Tumpahan 80 Kg Minyak Curah di Ciputat Bikin Licin, Jalan Sempat Ditutup
“Paling sedikit lima karton, habis terjual. Banyak pembeli minyak seharga Rp 14 ribu per liter, namun pembelian dibatasi 1 kemasan saja,” akunya. (nipal)
























