SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Setelah ditunjuk untuk mengelola Wisata Kuliner Pasar Lama, PT Tangerang Nusantara Global (TNG) mulai berkoordinasi untuk menetapkan tarif sewa lahan pedagang untuk berjualan. Namun, penetapan sewa lahan ini masih ditimbang besarannya.
Direktur Utama PT TNG, Edy Candra mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang. Sejumlah kesempatan telah disampaikan oleh legislatif. “Kisaran Rp 30 ribuan tiap pedagang per malam, atau kalau misal dibuat bulanan atau harian, nanti ada ketentuan yang mengaturnya,” ujarnya, Selasa, (01/02/2022).
Kata Edy, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah unsur dalam menetapkan tarif sewa berdagang di lokasi tersebut. Tarif tersebut akan dipatok tergantung ukuran lapak. “Logikanya gini aja, contohnya kita buatkan ukuran lapak 2×1,5 meter kalau dia lebarnya dia 5 meter dihitungnya dua,” ungkapnya.
Kata Edy, tarif yang dikenakan dikenakan itu disebut kontribusi. Kontribusi yang diberikan oleh pedagang tersebut resmi masuk ke rekening PT TNG. “Pedagang juga membayar langsung ke rekening perusahaan, dalam hal ini rekening PT TNG, cashless, dan lain sebagainya,” katanya.
“Mau menyebut ke pedagang di sana enggak ada pungli. Jadi apa pun yang kita lakukan itu kebaikan untuk mereka lagi,” tambah Edy. Diketahui, saat ini wisata Kuliner Pasar Lama ditutup mulai Rabu, (2/2/2022) hingga Minggu, (7/2/2022) untuk ditata. Edy mengaku sudah menyiapkan konsep untuk menata pedagang di wisata kuliner Pasar Lama.
“Misalnya di jalan itu akan dilakukan pengecatan permanen lah, di mana di dalamnya nanti diletakkan pedagang yang akan diatur. Jadi mengatur pedagang supaya tidak semerawut,” tuturnya. Rencana konsep wisata kuliner Pasar Lama akan seperti Malioboro di Jogjakarta. Namun, pihaknya pun masih terus meminta masukan untuk konsep tersebut. “Rencananya kesana, makanya kita terus meminta semacam masukan, pandangan kepada Pemkot agar bisa menerima masukan masukan agar dalam hal penataan dan pengelolaan Pasar Lama ini memang sesuai dengan harapan masyarakat kota Tangerang,” pungkasnya. (irfan)
Baca Juga: Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi
























