SATELITNEWS.ID,TANGERANG—Banjir gol tercipta dalam pertandingan kedua grup B Liga 3 putaran nasional babak 64 besar antara Perslobar melawan Panipi Raya FC di Stadion Benteng Reborn, Senin (7/2). Perslobar keluar sebagai pemenang duel dalam drama tujuh gol tersebut.
Perslobar berhasil unggul cepat melalui aksi striker Rudi Hartono pada menit 12. Tim asal Lombok Barat Nusa Tenggara Barat itu memperbesar keunggulan lwat gol Fikri Virgiawan di menit 25.
Rudi Hartono kemudian mencatatkan gol keduanya pada menit 45 plus 1. Satu menit berselang, giliran Panipi Raya memperkecil ketertinggalan lewat gol Padri Nurkamiden. Babak pertama ditutup dengan kedudukan 3-1.
Pada babak kedua, center back Fikri Virgiawan kembali mencetak gol dalam laga tersebut. Dia membobol gawang Panipi Raya FC di menit 50.
Ketinggalan jauh justru membuat Panipi Raya FC bangkit. Mereka mencetak gol kedua pada laga tersebut melalui titik penalti. Padri Nurkamiden yang ditunjuk mengeksekusi penalti berhasil menjalankan tugasnya. Skor berubah menjadi 4-2.
Berhasil memangkas selisih gol membuat Panipi Raya FC bertambah semangat. Mereka terus menekan Perslobar yang mulai kehabisan “tenaga.”
Ismunandar Monoarfa membayar kerja keras tim dengan mencetak gol pada menit 85. Di sisa pertandingan, Panipi Raya berusaha mengejar. Sayang mereka sudah kehabisan waktu. Laga pun diakhiri dengan skor 4-3 untuk Perslobar.
Pelatih Perslobar Muhammad Wasim Sarkasy mengatakan para pemainnya sudah mengeluarkan kemampuan yang terbaik pada babak pertama. Namun, timnya kemudian seakan kehabisan tenaga di babak kedua. Dia mengakui mental para pemainnya juga agak jatuh akibat keputusan wasit yang dianggap memberikan keuntungan kepada lawan.
“Pada babak awal, anak-anak sudah mengeluarkan kemampuan yang terbaik walaupun ada satu atau dua orang yang berada di bawah performa,”ungkap Muhammad.
Selanjutnya, Muhammad akan fokus menghadapi Persida dari Sidoarjo. Menurut dia, calon lawannya itu memiliki kemampuan yang baik. Terutama transisi antar lininya sangat bagus. Menurut Persida hanya kurang beruntung karena kalah dalam pertandingan melawan Belitong.
“Besok kami ingin cari tahu caranya bagaimana menembus pertahanan Persida,”ungkap Muhammad.
Pelatih Panipi Raya Aswan Hemeto mengungkapkan ada pemainnya yang masih “kaku” pada babak pertama sehingga timnya kebobolan tiga gol. Selain itu timnya membutuhkan adaptasi lapangan. Sedangkan untuk permainan, dia mengklaim para pemainnya sudah tampil maksimal.
“Kami akan lakukan evaluasi usai pertandingan ini. Kalau permainan anak-anak sudah cukup baik hari ini,”ungkap Aswan Hemeto seusai pertandingan.
Kapten tim Panipi Raya Padri Nukamiden mengatakan kekalahan itu disebabkan anggota timnya masih membutuhkan penyesuaian dengan lapangan.
“Teman-teman hari ini masih dalam keadaan penyesuaian,”ungkap Padri.
Manajer Panipi Raya FC Asep Hemeto mengatakan anak-anak sudah bermain semaksimal mungkin meski sempat perlu penyesuaian lapangan. Selanjutnya, timnya akan berusaha memenangkan laga kedua karena kompetisi belum berakhir.
“Kami optimis mampu memenangi laga kedua,”ungkap Asep. (gatot)