SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Sudah beberapa bulan lalu, Jalan Raya Saketi – Labuan tepatnya di simpang tiga Curug, Desa Ciandur, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang, tergerus longsor. Namun hingga kini, tak kunjung diperbaiki.
Pantauan di lokasi, amblasnya jalan Nasional itu kini semakin melebar, hingga menghabisakan separuh jalan yang berpontensi tergerus longsor kembali. Kondisi amblasnya saat ini diperkirakan, lebarnya sekitar 3 meter dengan kedalaman 8 meter.
Akibatnya, para pengendara baik roda dua maupun empat yang melintas jalan itu, harus ekstra hati-hati. Bahkan, harus mengambil jalur tengah jika dari arah Labuan ke Pandeglang., sebab jika terlalu pinggir rentan longsor kembali.
Untuk menghindari hal – hal yang tak diinginkan, jalan itu hanya diberi tanda dengan ditutup terpal, dan diberi pembatas saja.
Seorang pengendara, Dadan Komara mengaku, setiap hari melintasi jalan amblas itu dan sangat berhati-hati. Apalagi saat malam hari. Selain kurangnya penerangan, jalan amblas yang hanya ditutup dengan beberapa pembatas jalan itu-pun, kerap tidak terlihat.
“Saya setiap hari lewat sini. Kalau hujan dan malam, itu yang ngerih. Soalnya takut terpeleset, dan gelap. Ini memang sangat rawan kecelekaaan,” kata Dadan, Minggu (20/2/2022).
Baca Juga: Krisis Air Bersih Masih Melanda, Warga Desa Idaman Pandeglang Butuh Penanganan Serius
Warga setempat, Eful mengatakan, jalan raya yang setiap hari dilalui ribuan kendaraan itu, amblas sejak beberapa bulan lalu. Namun diakuinya, hingga kini tak kunjung diperbaiki. Warga-pun meminta pemerintah segera turun tangan, sebelum ada korban jiwa.
“Yang ditakutkan, ada korban. Kami (warga di sini,red), meminta kepada pemerintah agar segera memperbaikinya, jangan menunggu ada korban,” ujar Eful.
Saat ini tambahnya, jalan itu hanya diberi pembatas jalan dan hanya ditutupi terpal berwarna biru, serta rambu-rambu agar pengendara tetap berhati-hati saat melintas.
“Intinya belum ditangani, hanya diberi tanda saja yang longsornya. Ini kan akses padat, harus secepatnya diperbaiki. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa, baru diperbaiki. Sekali lagi kami minta, segera diperbaiki,” imbuhnya. (nipal)

















