Minggu, 6 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Orderan Meningkat saat Covid-19 Mewabah

Melihat Pembuatan Peti Mati di Kota Tangerang

Oleh Deddy Maqsudi
Kamis, 26 Mar 2020 15:34 WIB
Rubrik Headline
Orderan Meningkat saat Covid-19 Mewabah

BERKAH: Saring Siswanto dibantu seorang rekannya tengah menyelesaikan pemesanan peti mati di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, kemarin. (IRFAN MAULANA/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Pemerintah daerah se-Tangerang Raya telah meningkatkan status kejadian luar biasa (KLB) menjadi tanggap darurat bencana non alam. Hal tersebut menyusul semakin banyaknya pasien yang Positif Covid-19, oleh karenanya Tangerang Raya masuk dalam Zona Merah.

Di tengah-tengah mewabahnya Covid-19 tak melulu merugikan. Bagi sebagian orang, bencana ini malah menjadi tambang emas. Seperti yang dialami Saring Siswanto, seorang pengrajin peti mati di Kota Tangerang, tepatnya di Jalan TMP Taruna. Diakuinya, selama Covid-19 mewabah, jumlah pemesan peti mati mengalamai peningkatan.

Tak jauh dari Museum Juang Daan Mogot terdapat 1 tempat yang memproduksi peti mati. Lokasinya sedikit tertutup. Luasnya hanya sekitar 5×6 meter. Sekilas tempat tersebut seperti gudang penyimpanan saja. Penampakkannya usang tanpa ada sanggahan beton, hanya bilik triplek dan kayu. Namun, bila dilihat hingga dalam baru dapat menyadari kalau itu merupakan tempat pembuatan peti mati.

Kemarin, Satelit News mencoba menyambangi lokasi tersebut. Saat itu terdapat seorang pria paru baya tengah membuat pesanan peti mati. Dia adalah Saring Siswanto. Pria 51 tahun ini memang terbiasa memproduksi peti mati, meski kini dibantu rekannya, yakni Nur Ali yang berprofesi sebagai sopir ambulance. “Saya kerjakan sendiri mulai dari design. Tapi kadang ada yang bantu, tapi juga gak setiap hari. Kadang dia (Nur Ali) bantu sebisa dia saja,” ujarnya sembari mengerjakan peti mati yang hampir jadi, Rabu, (25/3).

Saring meengungkapkan kalau ada lonjakan permintaan peri mati selama Covid-19 mewabah, yang otomatis membuat pendapatannya pun bertambah. Biasanya, Saring hanya mendapat permintaan 1 kali dalam seminggu atau mungkin tidak sama sekali. “Tergantung permintaan saja,” imbuhnya.

Sudah tiga hari ini dia mendapat pesanan 10 peti mati. Menurut Saring, pesanan peti mati itu akan digunakan sebagai stok rumah sakit di wilayah Banten untuk pasien yang meninggal karena Covid-19. Hal tersebut dia ungkapkan karena sebelum memesan, pihak rumah sakit telah melakukan koordinasi terkait kegunaan pati mati untuk pasien.

Baca Juga: Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki

“Kan sebelum saya buat mereka (pemesan) memberitahu peti matinya untuk jenazah apa? Jadi saya bisa tahu dari sana. Pihak rumah sakit bilang untuk itu (jenazah Covid-19),” ungkapnya.

Harga yang dia tawarkan untuk 1 peti mati bervariasi. Khusus untuk jenazah karena virus dihargai mulai 1,8 hingga 2 juta rupiah, tergantung dari motifnya. Sementara peti untuk jenazah biasa dihargai 1,5 sampai 1,7 juta rupiah.

BeritaTerbaru

RAPBD Perubahan 2026, Belanja Daerah Diproyeksikan Naik Rp214,387 Miliar

Wali Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik GAK

Minggu, 6 Sep 2026 12:35 WIB

28 Tim Sepakbola Kecamatan Berebut Piala Bupati Tangerang

Sabtu, 5 Sep 2026 20:04 WIB

Bobol Gawang PSIM Lebih Dulu, Persita Harus Puas Bawa Satu Poin

Sabtu, 5 Sep 2026 19:54 WIB
Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Erupsi Gunung Anak Krakatau Hasilkan Lava Air Mancur

Sabtu, 5 Sep 2026 08:42 WIB

Bahan utama yang digunakan sebenarnya sama dengan peti mati lain, yakni kayu triplek ukuran 8 inchi. Hanya saja, kalau peti mati yang digunakan untuk jenazah terkena virus ditambahkan dengan alumunium dengan ketebalan 5 sampai 8 milimeter.

“Sama panjangnya juga 190 sampai 200 centimeter, menyesuaikan dengan pesanan juga. Kalau pakai alumunium foil kan kedap, nanti mungkin mayatnya dibungkus lagi dengan plastik,” ujar Saring.

Namun, dirinya juga menerima pesanan untuk jenazah anak kecil dengan harga 700 sampai 800 ribu rupiah. “Semua tergantung pesanan, mereka mau seperti apa saja usahakan,” jelas Saring.

Saring ibarat agen peti mati. Pasalnya, dia tak memasarkan langsung barang dagangannya itu, melainkan melalui tangan kedua. Biasanya dia mendapat pesanan dari perantara sopir ambulance yang sengaja memasarkan ke konsumen atau pihak rumah sakit sebagai persediaan. “Tidak enak kalau saya pasarkan langsung, bagi-bagi rezeki. Dia yang pasarkan (sopir ambulance), saya yang buat. Dari awal saya buat juga seperti itu,” katanya.

Baca Juga: SIM Keliling Kota Tangerang Sabtu 5 September, Ada di Dua Lokasi

Sepuluh tahun sudah dia menjalani profesi sebagai pengrajin peti mati. Dimulai sejak 2010. Awalnya Saring juga berprofesi sebagai sopir ambulance. Mulanya, dia berfikir membuat peti mati hanya iseng saja, dari pemesan yang ingin membuat peti mati. Seiring berjalannya waktu, dia memutuskan berhenti dari profesi sebelumnya dan fokus menjadi pengrajin peti mati. “Iseng saja saya bisa buat. Saya tawarkan ke pelanggan. Mungkin karena harganya murah juga,” ujar Saring.

Pucuk di cinta ulam pun tiba. Rekan Saring yang berprofesi sebagai sopir ambulance pun tiba. Nur Ali baru saja tiba usai mengantar pesanan peti mati di salah satu rumah sakit di Kota Serang.

Senada dengan Saring, Ali juga merasakan peningkatan pemensan peti mati. “Alhamdulilah lumayan untuk tambah-tambahan di rumah. Dia (Saring) jual segitu saya jual segini,” ungkapnya.

Saat ini, konsumennya baru sekitaran wilayah Banten saja. “Di Tangsel (Kota Tangerang Selatan) sekarang sudah mesan 6, terus Banten 4,” ujar Ali.

Hingga berita ini ditulis jumlah penderita positif corona atau Covid-19 di Banten terus mengalami peningkatan. Terkini jumlahnya mencapai 44 orang dengan empat pasien di antaranya meninggal.

Sebaran positif corona di Banten hanya berada di tiga wilayah, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan laman resmi infocorona.bantenprov.go.id yang diperbaharui Selasa (24/3) pasien positif corona paling banyak berada di Kabupaten Tangerang sebanyak 15 orang yang masih dirawat, dan satu sembuh, total 16 pasien.

Kemudian Kota Tangerang Selatan 13 pasien masih dirawat dan tiga orang meninggal, total 16. Sementara Kota Tangerang terdapat 11 pasien positif dan satu pasien meninggal. Total pasien positif corona di Banten sebanyak 44 orang, di mana 39 masih dirawat, 4 meninggal dan satu sembuh.

Selain pasien positif, di Banten juga terdapat pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 158 orang, di mana 142 masih dirawat dan 16 sembuh. Sementara orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 964 dengan rincian 839 masih dipantau, 125 dinyatakan sembuh. ODP tersebar di 8 kabupaten dan kota seluruh Banten. (irfan/dm)

Tags: Covid-19dampak coronakota tangerangpembuatan peti mativirus corona
Share1TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti
Banten Region

80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti

Sabtu, 5 Sep 2026 08:04 WIB
Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki
Headline

Kerusakan Jalan Teuku Umar Karawaci Akhirnya Diperbaiki

Sabtu, 5 Sep 2026 07:57 WIB
PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik
Bola & Sport

PSIM Yogyakarta vs Persita Tangerang, Pendekar Cisadane Dalam Kondisi Terbaik

Sabtu, 5 Sep 2026 07:43 WIB
Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama
Headline

Empat Rumah di Sindang Jaya Mulai Dibedah, Bupati Tangerang Letakkan Batu Pertama

Sabtu, 5 Sep 2026 07:32 WIB
Headline

Belasan Warga Sesak Nafas Akibat Kebakaran Sampah di Tangsel, Sekolah Diliburkan

Jumat, 4 Sep 2026 16:03 WIB
Banten Region

Perlintasan Sebidang Akses Pasar Rangkasbitung Ditutup Permanen

Jumat, 4 Sep 2026 12:39 WIB
Turut Berduka Cita Atas Wafatnya H. Desri Arwen
Pendaftaran Obyek Subyek Pajak Daerah Bapenda Tangsel
HUT RI Ke 81 Dinas perpustakaan dan arsip Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 PT LKM Artha Kerta Raharja
HUT RI Ke 81 Dinsos Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 Bapenda Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang
HUT RI Ke 81 DPRD Kab Tangerang

Berita Pilihan

RAPBD Perubahan 2026, Belanja Daerah Diproyeksikan Naik Rp214,387 Miliar

RAPBD Perubahan 2026, Belanja Daerah Kota Tangerang Diproyeksikan Naik Rp214,387 Miliar

Selasa, 1 Sep 2026 19:20 WIB
Aktivis Soroti Lambannya Pengumuman Nama Sekda Lebak Definitif

Aktivis Soroti Lambannya Pengumuman Nama Sekda Lebak Definitif

Kamis, 3 Sep 2026 19:09 WIB
KIRIM NAKES -- Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Banten mengirimkan tiga tenaga kesehatan ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk membantu masyarakat terdampak bencana, Rabu (2/9/2026). Mereka akan bertugas selama dua minggu. (ISTIMEWA)

Kirim Nakes ke NTT, PMI Banten Bawa 130 Kg Obat untuk Bantu Pengungsi

Rabu, 2 Sep 2026 20:34 WIB
Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Diungkap Mantan Stafsus Yaqut, 24 Anggota DPR Minta Uang Oleh-oleh Di Arab Saudi

Sabtu, 5 Sep 2026 08:12 WIB
Kompolnas Desak Buru Dalang Ricuh, Yusril: Jangan Terprovokasi

Kompolnas Desak Buru Dalang Ricuh, Yusril: Jangan Terprovokasi

Minggu, 30 Agu 2026 17:18 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.