Senin, 6 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Orderan Meningkat saat Covid-19 Mewabah

Melihat Pembuatan Peti Mati di Kota Tangerang

Oleh Deddy Maqsudi
Kamis, 26 Mar 2020 15:34 WIB
Rubrik Headline
Orderan Meningkat saat Covid-19 Mewabah

BERKAH: Saring Siswanto dibantu seorang rekannya tengah menyelesaikan pemesanan peti mati di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, kemarin. (IRFAN MAULANA/SATELIT NEWS)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.ID, TANGERANG–Pemerintah daerah se-Tangerang Raya telah meningkatkan status kejadian luar biasa (KLB) menjadi tanggap darurat bencana non alam. Hal tersebut menyusul semakin banyaknya pasien yang Positif Covid-19, oleh karenanya Tangerang Raya masuk dalam Zona Merah.

Di tengah-tengah mewabahnya Covid-19 tak melulu merugikan. Bagi sebagian orang, bencana ini malah menjadi tambang emas. Seperti yang dialami Saring Siswanto, seorang pengrajin peti mati di Kota Tangerang, tepatnya di Jalan TMP Taruna. Diakuinya, selama Covid-19 mewabah, jumlah pemesan peti mati mengalamai peningkatan.

Tak jauh dari Museum Juang Daan Mogot terdapat 1 tempat yang memproduksi peti mati. Lokasinya sedikit tertutup. Luasnya hanya sekitar 5×6 meter. Sekilas tempat tersebut seperti gudang penyimpanan saja. Penampakkannya usang tanpa ada sanggahan beton, hanya bilik triplek dan kayu. Namun, bila dilihat hingga dalam baru dapat menyadari kalau itu merupakan tempat pembuatan peti mati.

Kemarin, Satelit News mencoba menyambangi lokasi tersebut. Saat itu terdapat seorang pria paru baya tengah membuat pesanan peti mati. Dia adalah Saring Siswanto. Pria 51 tahun ini memang terbiasa memproduksi peti mati, meski kini dibantu rekannya, yakni Nur Ali yang berprofesi sebagai sopir ambulance. “Saya kerjakan sendiri mulai dari design. Tapi kadang ada yang bantu, tapi juga gak setiap hari. Kadang dia (Nur Ali) bantu sebisa dia saja,” ujarnya sembari mengerjakan peti mati yang hampir jadi, Rabu, (25/3).

Saring meengungkapkan kalau ada lonjakan permintaan peri mati selama Covid-19 mewabah, yang otomatis membuat pendapatannya pun bertambah. Biasanya, Saring hanya mendapat permintaan 1 kali dalam seminggu atau mungkin tidak sama sekali. “Tergantung permintaan saja,” imbuhnya.

Sudah tiga hari ini dia mendapat pesanan 10 peti mati. Menurut Saring, pesanan peti mati itu akan digunakan sebagai stok rumah sakit di wilayah Banten untuk pasien yang meninggal karena Covid-19. Hal tersebut dia ungkapkan karena sebelum memesan, pihak rumah sakit telah melakukan koordinasi terkait kegunaan pati mati untuk pasien.

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bekali Ahli Waris dengan Pelatihan Wirausaha

“Kan sebelum saya buat mereka (pemesan) memberitahu peti matinya untuk jenazah apa? Jadi saya bisa tahu dari sana. Pihak rumah sakit bilang untuk itu (jenazah Covid-19),” ungkapnya.

Harga yang dia tawarkan untuk 1 peti mati bervariasi. Khusus untuk jenazah karena virus dihargai mulai 1,8 hingga 2 juta rupiah, tergantung dari motifnya. Sementara peti untuk jenazah biasa dihargai 1,5 sampai 1,7 juta rupiah.

BeritaTerbaru

Anak Wali Kota Tangerang Jadi Korban Aksi Pecah Kaca, Dua Tas dan Uang Belasan Juta Raib

Anak Wali Kota Tangerang Jadi Korban Aksi Pecah Kaca, Dua Tas dan Uang Belasan Juta Raib

Minggu, 5 Jul 2026 16:25 WIB
Putri Wali kota Tangerang Terpilih Secara Aklamsi Pimpin Golkar Cipondoh Periode 2026-2031

Putri Wali kota Tangerang Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Golkar Cipondoh Periode 2026-2031

Minggu, 5 Jul 2026 15:34 WIB
NAIK LEVEL - Aktivitas GAK di perairan Selat Sunda naik dari level, dari level II (waspada) menjadi level III (siaga). (ISTIMEWA)

GAK Siaga, KSOP Kelas I Banten Beri Peringatan Keras Kepada Seluruh Kapal

Minggu, 5 Jul 2026 14:21 WIB
MENERIMA LAPORAN : Kabid Humas Polda Banten Kombespol Maruli Ahiles Hutapea (dua dari kiri), menerima laporan dugaan tindak kekerasan seksual. (ISTIMEWA)

Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Diambil Alih, Polda Banten Lakukan Pendampingan Hukum

Minggu, 5 Jul 2026 14:09 WIB

Bahan utama yang digunakan sebenarnya sama dengan peti mati lain, yakni kayu triplek ukuran 8 inchi. Hanya saja, kalau peti mati yang digunakan untuk jenazah terkena virus ditambahkan dengan alumunium dengan ketebalan 5 sampai 8 milimeter.

“Sama panjangnya juga 190 sampai 200 centimeter, menyesuaikan dengan pesanan juga. Kalau pakai alumunium foil kan kedap, nanti mungkin mayatnya dibungkus lagi dengan plastik,” ujar Saring.

Namun, dirinya juga menerima pesanan untuk jenazah anak kecil dengan harga 700 sampai 800 ribu rupiah. “Semua tergantung pesanan, mereka mau seperti apa saja usahakan,” jelas Saring.

Saring ibarat agen peti mati. Pasalnya, dia tak memasarkan langsung barang dagangannya itu, melainkan melalui tangan kedua. Biasanya dia mendapat pesanan dari perantara sopir ambulance yang sengaja memasarkan ke konsumen atau pihak rumah sakit sebagai persediaan. “Tidak enak kalau saya pasarkan langsung, bagi-bagi rezeki. Dia yang pasarkan (sopir ambulance), saya yang buat. Dari awal saya buat juga seperti itu,” katanya.

Baca Juga: Sidak RW 05 Poris Gaga, Komisi I: Para Pengembang di Kota Tangerang Harus Beri Akses Jalan

Sepuluh tahun sudah dia menjalani profesi sebagai pengrajin peti mati. Dimulai sejak 2010. Awalnya Saring juga berprofesi sebagai sopir ambulance. Mulanya, dia berfikir membuat peti mati hanya iseng saja, dari pemesan yang ingin membuat peti mati. Seiring berjalannya waktu, dia memutuskan berhenti dari profesi sebelumnya dan fokus menjadi pengrajin peti mati. “Iseng saja saya bisa buat. Saya tawarkan ke pelanggan. Mungkin karena harganya murah juga,” ujar Saring.

Pucuk di cinta ulam pun tiba. Rekan Saring yang berprofesi sebagai sopir ambulance pun tiba. Nur Ali baru saja tiba usai mengantar pesanan peti mati di salah satu rumah sakit di Kota Serang.

Senada dengan Saring, Ali juga merasakan peningkatan pemensan peti mati. “Alhamdulilah lumayan untuk tambah-tambahan di rumah. Dia (Saring) jual segitu saya jual segini,” ungkapnya.

Saat ini, konsumennya baru sekitaran wilayah Banten saja. “Di Tangsel (Kota Tangerang Selatan) sekarang sudah mesan 6, terus Banten 4,” ujar Ali.

Hingga berita ini ditulis jumlah penderita positif corona atau Covid-19 di Banten terus mengalami peningkatan. Terkini jumlahnya mencapai 44 orang dengan empat pasien di antaranya meninggal.

Sebaran positif corona di Banten hanya berada di tiga wilayah, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan laman resmi infocorona.bantenprov.go.id yang diperbaharui Selasa (24/3) pasien positif corona paling banyak berada di Kabupaten Tangerang sebanyak 15 orang yang masih dirawat, dan satu sembuh, total 16 pasien.

Kemudian Kota Tangerang Selatan 13 pasien masih dirawat dan tiga orang meninggal, total 16. Sementara Kota Tangerang terdapat 11 pasien positif dan satu pasien meninggal. Total pasien positif corona di Banten sebanyak 44 orang, di mana 39 masih dirawat, 4 meninggal dan satu sembuh.

Selain pasien positif, di Banten juga terdapat pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 158 orang, di mana 142 masih dirawat dan 16 sembuh. Sementara orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 964 dengan rincian 839 masih dipantau, 125 dinyatakan sembuh. ODP tersebar di 8 kabupaten dan kota seluruh Banten. (irfan/dm)

Tags: Covid-19dampak coronakota tangerangpembuatan peti mativirus corona
Share1TweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Headline

Peredaran 4.650 Butir Obat Keras Ilegal Digagalkan Polsek Neglassri

Minggu, 5 Jul 2026 13:58 WIB
Kualitas Udara di Jatiwaringin Memburuk, Warga Diminta Tak Mendekat
Headline

Kualitas Udara di Jatiwaringin Memburuk, Warga Diminta Tak Mendekat

Jumat, 3 Jul 2026 07:30 WIB
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Tak Ganggu Proyek PSEL
Headline

Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang Tak Ganggu Proyek PSEL

Kamis, 2 Jul 2026 21:14 WIB
Headline

Api Lahap Dua Bengkel di Jalan Otista Raya Ciputat, Diduga Dipicu Korsleting Listrik

Kamis, 2 Jul 2026 11:58 WIB
Mobil Honda Jazz Hilang Kendali di Ciputat, Tabrak 3 Kendaraan
Headline

Mobil Honda Jazz Hilang Kendali di Ciputat, Tabrak 3 Kendaraan

Rabu, 1 Jul 2026 20:40 WIB
Jenazah Pria Tanpa Identitas Mengambang di Aliran Sungai Ciujung Lebak
Banten Region

Jenazah Pria Tanpa Identitas Mengambang di Aliran Sungai Ciujung Lebak

Rabu, 1 Jul 2026 16:16 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Pendapatan Lampaui Target, Ketua DPRD Kota Tangerang Dorong Investasi Produktif

Ketua DPRD Kota Tangerang Desak Satpol PP Tindak Dugaan Kos Prostitusi di Sukasari

Jumat, 3 Jul 2026 07:32 WIB
CNG Lebih Murah dari LPG, Pemerintah Ingin Hemat Subsidi Rp30 T

CNG Lebih Murah dari LPG, Pemerintah Ingin Hemat Subsidi Rp30 T

Senin, 6 Jul 2026 18:11 WIB
Padat Penduduk, Tiga Kecamatan di Tangsel Rawan Kebakaran

Padat Penduduk, Tiga Kecamatan di Tangsel Rawan Kebakaran

Jumat, 3 Jul 2026 07:21 WIB
Penunjukan Mitra PSEL Tangsel Tak Lagi Lewat Lelang

Penunjukan Mitra PSEL Tangsel Tak Lagi Lewat Lelang

Rabu, 1 Jul 2026 16:18 WIB
Polda Metro Jaya Tetapkan 2.054 Tersangka Dari 5.436 Kasus Pencurian

Polda Metro Jaya Tetapkan 2.054 Tersangka Dari 5.436 Kasus Pencurian

Selasa, 30 Jun 2026 21:59 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.