SATELITNEWS.ID, SERPONG–Sebanyak 100 perwakilan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Kota Tangerang Selatan memperdalam pemahaman tentang wawasan kebangsaan melalui kegiatan bertema Melalui Pembauran Kebangsaan Kita Ciptakan Kerukunan Masyarakat di Kota Tangsel, Kamis (10/3). Kegiatan ini diselenggarakan Kesbangpol Tangsel dengan menggandeng Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).
Kepala Kesbangpol Kota Tangsel Chaerul Saleh mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman arti pembauran bagai masyarakat tentang perbedaan suku, ras, etnis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Tangsel sebagai wilayah heterogen di mana di dalamnya tidak hanya diduduki oleh satu etnis atau suku saja. Akan tetapi ada berbagai etnis dan budaya. Oleh karena itu inilah pentingnya acara pembinaan agar tumbuh semangat cinta tanah air. Serta meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara untuk berpartisipasi aktif dan berkontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar mantan Kasatpol PP Tangsel.
Dalam konteks ini sebagai fasilitator dari Pemkot Tangsel memberikan amanat untuk melakukan pembinaan kewarganegaraan dan pembauran kebangsaan dalam rangka menjaga kerukunan berbangsa dan bernegara. Serta dengan terbentuknya FPK di mana fungsi utamanya memberikan pencerahan dan pendidikan pentingnya pembauran kebangsaan bagi masyarakat.
“Kami menitipkan beberapa pesan kepada FPK agar mempergunakan kegiatan ini sebagai wadah komunikasi untuk memecahkan berbagai permasalahan yang ada. Serta upaya membangun kerjasama dalam kehidupan masyarakat yang multikultural,” tambahnya.
Lanjut ia, peran FPK harus mampu membangun sinergi antar anggota baik ditingkat provinsi dan kabupaten kota. Sehingga mampu menciptakan iklim yang kondusif dan memungkinkan perubahan sikap dan perilaku masyarakat agar menerima keragaman.
“Harus disadari pembauran kebangsaan merupakan komitmen bangsa dalam mengukuhkan semangat kebhinekaan agar persatuan dan kesatuan bangsa tetap terjaga,” bebernya.
Ketua FPK Kota Tangsel, Sadri A Saeri disela kegiatan mengatakan terima kasih kepada Kesbangpol memberikan kepercayaan dalam kegiatan wawasan kebangsaan kepada perwakilan dari ormas yang ada di Tangsel. Tentu FPK menjadi tolok ukur wilayah Tangsel kondusif atau tidak. Yang mana membawahi seluruh organisasi kemasyarakatan di Kota Tangsel, dari berbagai ras dan etnis berbagai wilayah dan membaur di Kota paling selatan Provinsi Banten.
“FPK sebagai wadah pembauran kebangsaan semua lintas ormas memiliki tugas bagaimana menciptakan wilayah aman dan nyaman di Kota Tangsel,” tegas Om Deri sapaan akrabnya.
Oleh sebab itu Kesbangpol memberikan kepercayaan kepada FPK untuk mengadakan kegiatan kendati mungkin banyak yang belum mengetahui apa itu FPK dan wawasan kebangsaan,” ujarnya.
FPK diberikan kepercayaan untuk mengkomandoi seluruh ormas. Diharapkan seringnya hadir di tengah masyarakat dapat dikenal secara luas. “Dengan kegiatan ini yang pasti sedikit demi sedikit masyarakat akan tahu apa itu FPK dan apa itu wawasan kebangsaan,” bebernya.
Degradasi cinta tanah air dan saling peduli dewasa ini perlu dipompa agar rasa memiliki sebagai anak bangsa ada dalam dada. Kendati memang dalam perjalannya memiliki tantangan cukup berat. Faktanya generasi millenial kurang tertarik pada aspek-aspek sejarah, kearifan lokal dan kohesi-kohesi lainnya. Maka lembaga pemerintahan dan organisasi plat merah seperti FPK memiliki tanggung jawab berat.
“Yang pasti dengan menghadirkan beberapa narasumber dengan memaparkan poin- poin penting tentang wawasan kebangsaan, maka peserta dapat memahami bagaimana menjadi warga negara yang baik. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat menciptakan keharmonisan sesama etnis di Kota Tangsel,” harap ia.
Sebagai pemateri, Heri Sumardi dari FPK Tangsel, anggota DPRD Rizki Jonis dan dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Saifudi Asrori. (din/bnn/gatot)