SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Survei Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang tentang stunting menguak fakta menarik lainnya. Dinkes menemukan sebanyak 33.162 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Tangerang hingga kini belum memiliki toilet atau WC (water closet-red).
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang Sri Indriyani mengatakan terdapat 722.092 kepala keluarga di wilayahnya. Sebanyak 688.930 KK diketahui sudah memiliki toilet sedangkan sisanya masih belum.
“Coba bayangkan, sebanyak 33.162 KK yang belum memiliki WC. Per KK saja ada berapa jiwa. Ini yang membuat pola hidup tidak sehat dan salah satu penyebab stunting, ” kata Sri Indriyani kepada Satelit News, Selasa (28/6).
Menurut Sri, dari 28 Kelurahan dan 246 Desa di Kabupaten Tangerang, hanya 21 desa dan kelurahan yang terbebas dari buang air besar dan kecil sembarangan. Sisnya masih banyak masyarakat yang membuang air di sungai/kali dan kebun.
Diantara desa yang terbebas dari buang air sembarangan adalah adalah Desa Balaraja, Sentul dan Sentul Jaya, Kecamatan Balaraja. Desa Bitung Jaya, Desa Cikupa dan Desa Pasir Jaya Kecamatan Cikupa. Kelurahan Bencongan, Kelurahan Kelapa Dua dan Kelurahan Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua. Desa Babakan, Kecamatan Legok. Desa Cihuni Kecamatan Pagerangan. Desa Mekar Bakti, Desa Gelam Jaya, Desa Kuta Baru, Desa Kuta Jaya, Desa Pasar Kemis, Desa Suka Asih, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis. Dan terakhir yang terbebas dari buang air sembarangan atau dolbon adalah Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga.
“Baru 21 desa dan kelurahan yang terbebas dari tidak buang air sembarangan,”imbuhnya.
Baca Juga: Jalan Pisangan Pakuhaji Dibongkar Lagi, Tak Sesuai Spesifikasi
Menurut Sri, di wilayah Kelurahan Tigaraksa Kecamatan Tigaraksa yang notabene di pusat Pemerintah Kabupaten Tangerang saja masih ada yang tidak memiliki WC. Maka dari itu, pihaknya terus berupaya dan gencar mensosialisasikan kepada masyarakat agar memiliki toilet sehingga tidak membuang air di sungai ataupun kebun. Menurut Sri, selain membuat pemandangan lingkungan tidak sedap. Membuang air sembarangan juga berpotensi dapat mengganggu kesehatan masyarakat.
“Kami terus berupaya mensosialisasikan agar masyarakat mau membuat WC. Karena akan berbahaya untuk kesehatan apabila dibiarkan, ” ujarnya.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Supriadi mengatakan hal tersebut merupakan sebuah kebiasaan yang sering dilakukan oleh beberapa warga Kabupaten Tangerang. Maka dari itu, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan tidak boleh bosan untuk melakukan sosialisasi agar mereka mau mengubah pola hidupnya.
“Dinkes tidak boleh bosan untuk selalu mengedukasi masyarakat. Ibarat kata mah, kudu bawel terus,”katanya.
Dia juga mengatakan, agar Pemerintah Kabupaten Tangerang menganggarkan pengadaan MCK kepada masyarakat umum, tidak hanya untuk pondok pesantren saja. Katanya, apabila hal itu dibiarkan akan sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan.
“Pemda juga harus berani menganggarkan MCK untuk masyarakat umum. Selama ini kan hanya untuk pondok pesantren saja,”ujarnya. (alfian/gatot)
Baca Juga: Ambil Motor yang Tertinggal di Cikupa, Anggota Gangster Ditangkap Warga
























