SATELITNEWA.ID, PANDEGLANG – Akibat keterbatasan ekonomi orang tuanya, membuat seorang pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Pandeglang, Giwan, harus rela menahan keinginannya untuk membeli sepatu selama 3 tahun.
Padahal, sepatu yang dipakai anak didik asal Desa Leuwibalang , Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, selama ini kondisinya rusak.
Walau demikian, ia tetap teguh dan kuat dengan terus bersekolah, dan melaksanakan ekstrakurikuler (non pelajaran formal) seperti Paskibra.
Kondisi yang dialami Giwan, mendorong relawan Laznas Rumah Yatim untuk memberi bantuan sepasang sepatu untuk Giwan. Yang kemudian, diserahkan ketika ia mengikuti pelatihan Paskibra 2022 di Lapangan Kecamatan Cikeusik, Minggu (17/7/2022).
Saat diberikan sepatu itulah, kata Relawan Laznas Rumah Yatim, Eri Piatna, Giwan tak kuat menahan haru. Hingga ia menangis haru.
“Alhamdulillah, kami bisa membantu Giwan. Pada saat kami berikan sepasang sepatu, Giwan terlihat bahagia dan terharu sampai menangis,” kata Eri, Senin (18/7/2022).
Baca Juga: Pabrik Sepatu di Kabupaten Tangerang Tumbang, 2.400 Buruh Di-PHK
Menurut Eri, yang juga diketahui anggota TNI AD dari satuan Korem 064/MY, pemberian sepasang sepatu kepada Giwan itu merupakan bentuk kepeduliannya. Karena sudah 3 tahun tidak mengganti sepatunya.
“Pemberian sepasang sepatu ini, merupakan laporan dari Pengurus Paskibra Kecamatan Cikeusik, kepada Relawan Laznas Rumah Yatim, Alhamdulillah, langsung direspon dan saya sebagai relawannya langsung menyampaikan amanah ini kepada Giwan. Ini merupakan bentuk kepedulian kita,” ujarnya.
Selain sepasang sepatu, Relawan Laznas Rumah Yatim juga memberikan sejumlah uang kepada Giwan.
Katanya lagi, siswa seperti Giwan yang masih semangat berlatih menjadi pengibar bendera merah putih pada HUT Republik Indonesia 17 Agustus 2022 mendatang, dan semangat dalam mencari ilmu meskipun jarak dari rumah ke sekolahnya cukup memakan waktu, harus tetap diberikan semangat untuk terus melanjutkan pendidikannya.
“Siswa seperti Giwan ini, harus tetap diberikan semangat agar tetap melanjutkan pendidikannya, hal sekecil apapun besar bagi Giwan. Semoga bantuan dari Relawan Laznas Rumah Yatim ini bisa membantunya untuk terus semangat dalam mengejar cita-citanya,” harapnya.
Sementara, Giwan mengaku, orang tuanya bekerja sebagai ojeg kelapa sawit, hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Baca Juga: Perdana, GTG Sneakers Day 2024 Digelar di Kabupaten Tangerang
“Sepasang sepatu ini sudah 3 tahun menemani saya, dari Tsanawiyah sampai SMK kelas 2, ya mau bagaimana lagi karena orang tua yang bekerja jadi ojeg kelapa sawit hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarga saja,” tukasnya.
Untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya agar tetap melanjutkan pendidikan, Giwan pun rela menjadi kurir JNE yang hanya diberi upah Rp.1.500 untuk satu barang, dan ia kirim setelah pulang sekolah.
“Kalau pulang sekolah atau malamnya, saya kirim barang yang dititipkan kurir JNE ke rumah warga dengan upah Rp.1500 per barang, karena di sana susah jalannya, jadi kurir JNE sewa jasa saya,” imbuhnya. (nipal)
