SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG – Diduga akibat korsleting listrik, Pondok Pesantren (Ponpes) milik Ustadz Lutfi, di Kampung Sangiang, Desa Kupahandap,, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, rata dengan tanah dilalap si jago merah, Minggu (24/7/2022), sekitar pukul 23.30 WIB.
Selain bangunan yang ludes terbakar, semua barang-barang milik santri dan gurunya termasuk satu unit kendaraan roda dua ludes terbakar hingga hangus.
Padahal waktu kejadian menurut informasi yang dihimpun, semua santri dan masyarakat sekitar mencoba memadamkan api yang membakar atap pondok tersebut dengan alat seadanya.
Namun karena bangunan Ponpes itu semi permanen, upaya yang dilakukan para santri dan warga untuk memadamkan api tak mampu memadamkan api, karena api begitu cepat menjalar dan membesar hingga meludeskan semua bangunan.
Tak lama kemudian, para petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pandeglang tiba di lokasi dan langsung melakukan proses pemadaman. Hanya saja, semua bangunan tak bisa terselamatkan karena semua bangunannya sudah habis dilalap si jago merah.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Pandeglang, Rahmat Zultika membenarkan, kejadian kebakaran tesebut di wilayah Kecamatan Cimanuk.
Katanya, pihaknya juga langsung mengirimkan personel dengan peralatan lengkap berikut mobil Damkar ke lokasi kejadian kebakaran tersebut.
“Ya tadi malam (Minggu malam) telah terjadi bencana kebakaran yang melanda pondok pesantren di wilayah Kecamatan Cimanuk. Satu kobong ludes dan kendaraan roda dua juga ikut terbakar tak terselamatkan,” kata Rahmat, Senin (25/7/2022).
Dipastikan oleh dia, dalam musibah kebakaran itu tak ada korban jiwa, hanya saja bangunan berikut barang-barang milik santri dan pemilik Ponpes itu tak terselamatkan hingga ludes terbakar.
“Tidak ada korban jiwa dalam bencana kebakaran itu. Namun kerugian yang dialami mencapai puluhan juta rupiah karena selain bangunan barang-barang juga terbakar hingga ludes,” jelasnya.
Katanya lagi, bahwa saat ini pihaknya telah menyiapkan bantuan untuk pihak Ponpes tersebut. Jadi tegasnya, apa saja yang dibutuhkan pasca kebakaran itu sedang disiapkan.
“Bantuan logistik sedang kami persiapkan, dengan harapan dapat meringankan beban para k,” tandasnya. (nipal)