SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Berkah Pandeglang, Eniyati, tak membantah selama ini kondisi RSUD Berkah Pandeglang dikenal kotor dan tim medisnya jutek (tak ramah) terhadap pasien.
Maka dari itu, ia yang baru menjabat Dirut RSUD setempat berjanji bakal merubah image tersebut. “Saya mohon dukungan, sekuat sekemampuan saya merubah ferforma rumah sakit untuk pelayanan kepada masyarakat. Selama ini terkenal, di RSUD ini kan kotor dan jutek,” kata Eniyati, beberapa waktu lalu.
Katanya, terkait dua point itu sudah sangat siap bakal dibenahi. Apalagi katanya, hal itu dapat dikerjakan tanpa harus mengandalkan anggaran.
“Untuk kebersihan kan tanpa anggaran, kan itu sudah dipihak ketigakan. Tinggal mengoptimalkan orangnya saja, dan kemana aja kalau masih kotor,” ujarnya.
Setiap hari tegasnya, ia sudah ada di kantor pada pukul 07.00 WIB. Jika masih terlihat banyak sampah berceceran, maka ia bakal langsung memberikan teguran keras.
“Saya kasih punishment. Tapi kalau yang Bagus saya lombakan, ayo nanti per triwulan wilayah mana yang bersih itu saya kasih hadiah, untuk menggugah supaya semangat enggak asal,” ujarnya.
Baca Juga: Bupati Pandeglang Dukung Kerja Sama Pelatihan Vokasi dengan BBPVP Serang
Wanita berkacamata ini menambahkan, rumah sakit ini tempat berkunjung orang sakit dan orang sakit itu sensitif. Makanya, pokok utama yang mesti diperhatikan itu soal kebersihan.
“Kalau yang dikunjunginya acak-acakan gimana mau sembuh. Sederhana aja dulu, dari hal yang kecil, kebersihan, pertama saya akan benahi terkait dengan lingkungan kebersihan, yang gampang yang enggak pakai anggaran,” janjinya.
Tak kalah penting tegas dia, ia ingin merubah bagaimana caranya semua tim medis bersikap ramah kepada pasien yang datang. Sehingga jangan sampai ada ungkapan jutek dari pasiennya.
“Jadi itu sudah saya omong, jadi bertahap. Nanti akan saya kumpulkan semua para kepala instalasi dan kepala ruangan agar memberikan pelayanan yang ramah kepada pasien,” tandasnya.
Selain itu katanya lagi, ia akan membenahi parkir kendaraan. Pada saat ini pengelola parkir kendaraan kurang berjalan tertib. “Sepeda motor parkir menutup akses jalan. Mau lewat juga susah, kalau ada mobil ambulan lewat juga susah,” pungkasnya.
Terkait masalah parkiran, sementara ini belum ketemu dengan pengelolanya. Diagendakan dalam waktu dekat ini bertemu sama tim parkir.
Baca Juga: Unma Banten Gelar Lokakarya dan Pameran UMKM Hasil KKN 2026
“Setelah itu saya akan memenuhi kebutuhan dasar, terutama pelayanan di kelas 3. Karena bangsal atau ruang perawatan kita kan rata-rata, banyak pasien kelas 3,” tuturnya.
Bangsal kelas 3 saat ini masih terlihat kumuh. Sehingga perlu dibenahi. “Kenapa kelas 3 harus kumuh, jadi harus dibangunkan. Karena saya keliling-keliling ke ruangan pasien banyak itu adanya di kelas 3, jadi kelas 3 harus kita benahi,” imbuhnya. (nipal)
























