SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Kota Tangerang merupakan daerah akulturasi. Sebab terdapat sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai suku, budaya dan agama yang berbeda -beda. Maka menjaga kerukunan di tengah perbedaan ini menjadi penting.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tangerang, Saiful Milah. Dia mengatakan kerukunan antar suku budaya dan agama menjadi faktor penting dalam memajukan Kota Tangerang.
“Meski berbeda-beda kita tetap tapi semua NKRI. Kota Tangerang ini akan ramah kebhinnekaan,” ujarnya dalam seminar Penguatan Kebhinnekaan Antar Suku yang berlangsung di ruang VIP Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang, Sabtu, (20/08/2022) lalu.
Kata dia, salah satu upaya mendorong hal tersebut melalui seminar penguatan kebhinnekaan antar suku itu. “Bahwa Forum Pembauran Kebangsaan ingin punya peran baik untuk bagaimana kerukunan terjadi antar suku di Kota Tangerang,” tutur Saiful.
Dia menuturkan FPK sendiri akan menjangkau edukasi kerukunan itu di tiap kelurahan. Saat ini,. FPK baru di ada di setiap kecamatan saja. “FPK harus terbentul sampai tingkat kelurahan, supaya kota tangerang menjadi sebuah kota ramah kebhinnekaan. Dan itu Insya Allah efeknya akan maksimal berperan” katanya.
“Ini menjadi langkah kuat dari FPK bagaimana Tangerang ini menjadi sebuah kota yang betul-betul ramah kebhinnekaan,” tambahnya. Hadir acara tersebut belasan peserta. Nampak juga perwakilan Polres Tangerang Selatan, Kejaksaan turut serta.
Sekretaris FPK Kota Tangerang, Kaonang mengatakan forum ini sebenarnya telah terbentuk sejak 7 tahun lalu. Pentingnya kerukunan antar suku ini penting bentuk kontribusi nyata untuk menciptakan kondusifitas di Kota Tangerang. Kata dia, kerukunan masyarakat antar agama, ras dan suku itu merupakan bentuk kontribusi nyata.
“Cita-cita sebesar apapun tidak ditopang dengan kondutivitas di lokasi di wilayah akan sulit pembangunan itu berjalan dengan rencana. Dimana suku suku yang ada di Kota Tangerang di luar Kota Tangerang itu dominan ada di Kota Tangerang,” pungkasnya.(irfan)