BeritaTerbaru
Selain itu, ada sebayak 3.708 anak mengalami gizi kurang. Namun untuk yang mengalami gizi normal, ada sebanyak 49.717 anak.
Data itu hasil dari catatan, atau rekap gizi balita yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang, pada bulan Februari tahun 2022.
Dari data yang berhasil dihimpun, jumlah yang gizi buruk itu tersebar di 35 Kecamatan di Kabupaten Pandeglang. Dan yang paling tinggi kasus itu, berada di Kecamatan Jiput dengan angka 143 anak gizi buruk, dan untuk gizi kurang di wilayah Jiput sebanyak 252 anak, 153 normal.
Begitu juga di Kecamatan Saketi, ada sebanyak 137 anak menderita gizi buruk, gizi kurang sebanyak 107 anak dan normal 383 anak.
Untuk Kecamatan Cikedal, tidak ada angka gizi buruk atau bisa dikatakan nol, gizi kurang ada 2 anak dan normal 2.009 anak.
Sementara, di Cikupa Kecamatan Pandeglang, juga tidak ada kasus gizi buruk gizi kurang hanya 1 anak, dan normal 425 anak.
Baca Juga: 388 Jemaah Haji Reguler Kloter 13 Asal Pandeglang Diberangkatkan Bupati Dewi Setiani
Berdasarkan data tersebut, sasaran balita 0 sampai 59 bulan di bulan Februari 2022, berbasis elektronik pencatatan dan pelaporan berbasis gizi berbasis masyarakat (E-PPGBM), rekap sasaran sebanyak 107.695 anak di tiap-tiap Puskesmas dengan sasaran timbang dan ukur anak sebanyak 61372.
Kabid kesehatan masyarakat (Kesmas) di Dinkes Pandeglang, Encep Herman membenarkan, ada sebanyak 1.390 anak menderita gizi buruk.
“Data ini berubah dengan progres inputan Puskesmasnya. Iya (1390 gizi buruk),” kata Encep, Rabu (31/8/2022).
Ia menjelaskan, penderita gizi buruk di Kabupaten Pandeglang disebabkan penyakit yang tertular oleh orang tua ke balita. Bahkan menurutnya, prevalensi paru jadi penyebab tingginya angka gizi buruk
“Peyebab prevalensi paru di Pandeglang lumayan banyak, sehingga balita tertular dari orang tua. Tertular, bukan keturunan dari orang tua yang menderita pigi paru sehingga dia (balita,red) menderita pneumonia berat,” jelasnya.
Ia mengklaim, pihaknya terus berupaya menekan angka gizi buruk. Ditegaskannya, saat ini penderita gizi buruk masih terus dipantau oleh Dinkes Pandeglang.
Baca Juga: Eks Napiter Ikuti Pelatihan Teknisi AC di Pandeglang
“Penanganannya ada, kami punya data dan itu dipantau oleh pihak Puskesmas ada SOP penanganan pelaksanaan gizi buruk. Jadi, kalau ketemu gizi buruk dirujuk ke Puskesmas, nanti di Puskesmas diperiksa karena penyakit apa gizi buruknya,” pungkasnya.
Bahkan tambahnya, pihaknya juga telah memberikan makanan tambahan kepada para penderita gizi buruk yang sedang ditangani dimasing-masing Puskesmas.
“Sambil diberikan PMT (pemberian makanan tambahan), kemudian diobati sakitnya, kemudian kalau gizi buruk berat itu dirujuk ke rumah sakit ditangani oleh dokter spesialis,” tandasnya. (nipal)
