SATELITNEWS.COM, CIPUTAT—Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) Pasar Ciputat meletakkan lapaknya dengan menyerobot jalan sehingga membuat Pasar Ciputat kembali semrawut. Melihat kondisi tersebut, Lurah Ciputat, Iwan Pristiasya, turun ke pasar untuk menertibkan para pedagang yang menyerobot hak pejalan kaki tersebut.
Orang nomor satu di kelurahan Ciputat ini, memerintahkan pedagang mundurkan lapaknya karena ruas jalan difungsikan untuk pengguna jalan lainnya. “Biar ada rasa keadilan. Mereka tetap mencari nafkah tapi juga harus adil kepada para pengguna jalan,” katanya.
Langkah itu merespon aspirasi warga sekitar. Warga meminta ruas jalan difungsikan seperti sedia kala. Menurutnya, ada 260 lapak pedagang mulai dari kantor pos hingga terowongan Pasar Ciputat menggunakan ruas jalan umum.
“Ini langkah awal dan bukan hal mudah. Insya Allah saya akan terus konsisten. Mengajak pedagang untuk berdiskusi, sama-sama ketika nanti terowongan dibuka ruas jalan sudah bisa dilalui pengguna jalan,” terangnya
Ia telah mengundang perwakilan pedagang diskusi di kantor kelurahan. Pedagang diajak untuk bisa menghormati hak pengguna jalan. “Saya akan terus menerus. Tentunya dengan cara humanis agar mereka saling mengerti,” paparnya.
Salah satu pedagang, Ade, penjual daging sapi, lapaknya persis dekat seng terowongan Pasar Ciputat. Ia mengaku siap membongkar lapak dan pindah ke tempat yang telah disediakan.
Baca Juga: PKL Dipindah ke Zona Terlarang, Kebijakan Pemkab Lebak Dipertanyakan
“Katanya mau dibangun jalan dulu. Tapi kalo nanti kita pindah ke dalam jangan sampai tempat ini dikasih pedagang baru,” ujarnya.
Yulis, pedagang buah di emperan Jalan Haji Usman, Ciputat. Ia masih enggan pindah ke dalam area pasar karena tak ada garansi usahanya bisa lebih baik.
“Tentu kami harus menerima garansi yang jelas. Karena ada ketakutan nantinya lapak di luar ini dijual ke pedagang lain,” pungkasnya. (dra/bnn/gatot)
