SATELITNEWS.COM, SERANG–Pemprov Banten bersama tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), mendorong kaum ibu-ibu untuk bisa berdikari dalam menciptakan ketahanan pangan, dan juga ekonomi keluarga. Terlebih, saat ini negara-negara di belahan dunia sedang dihadapkan pada isu krisis pangan, ekonomi dan energi.
Untuk menghadapi itu, penting dilakukan berbagai upaya dari tingkatan yang terkecil. Sebab jika ketahanan pangan dan ekonomi itu sudah bisa dilakukan dari keluarga, maka sustainebel perekonomian daerah dan juga nasional dalam jangka panjang akan terjaga dengan baik.
“Ini merupakan satu gerakan menyeluruh yang dilakukan Pemrov bersama PKK. Kedepan, tentu kita mempunyai berbagai program yang akan dilakukan, baik jangka pendek, menenang maupun jangka panjang,” kata Pj Gubernur Banten Al Muktabar, pada saat acara ‘Gerakan Menanam Untuk Ketahanan Pangan’ di Kecamatan Curug, Kota Serang, yang juga dilakukan secara serentak diberbagai lokasi di Provinsi Banten, Sabtu (22/10/2022).
Ada beberapa jenis pohon yang ditanam, sepeti 90.900 bibit cabai dan juga pohon kelor. Selain itu, pada kesempatan itu juga dilakukan gerakan makan sehat dan bergizi bersama puluhan ibu-ibu masyrakat sekitar. Makanan sehat itu terdiri dari ikan, telor dan daun kelor dengan olahan yang terlihat menarik bagi anak-anak.
Dikatakan Al, anak-anak sangat membutuhkan makanan yang bergizi dan mengandung nilai protein yang tinggi. Makanan itu sebenarnya tidak selalu mahal, bahkan ada di sekitar kita. Hanya saja memang jenis olahan yang dibuat itu-itu saja sehingga membuat anak bosan.
“Ketika tadi kita demokan memasak telor dengan campuran daun kelor, ternyata banyak anak-anak di sini yang suka. Artinya memang yang dibutuhkan itu seni mengolahnya,” ucapnya.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
Selanjutnya, dengan gerakan menanam memanfaatkan lahan dipekarangan ini, selain nantinya bisa menjadi ketahanan pangan keluarga, juga ada nilai ekonomi yang bisa dikembangkan didalamnya. Maka dari itu, Pemprov dan PKK akan terus melakukan pendampingan kepada mereka agar terus digiatkan sampai nanti bisa dipasarkan.
“Kunci dari semua ini adalah berkolaborasi. Dengan perbedaan pendekatan yang dilakukan, maka itu akan menguatkan ketahanan pangan kita. Pemprov bekerja ini, PKK itu, Pemda juga ada pendekatan lainnya. Kesemuanya itu satu tujuan,” pungkasnya.
Sementara, Pj Ketua PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengungkapkan, kegiatan penanaman cabe tersebut merupakan rangkaian membangun kesadaran masyarakat agar mengoptimalkan lahan pekarangan rumah sebagai upaya ketahanan pangan keluarga.
“Mengoptimalkan lahan pekarangan dengan tanaman produktif itu akan meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan dapat berefek pada ketahanan ekonomi keluarga,” ungkap Tine.
Dirinya berharap dengan kegiatan tersebut dapat menggerakkan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam mengoptimalkan lahan pekarangan rumah.
“Jadi nanti gerakan ini akan ditularkan kepada masyarakat dan akan ada penilaian dari tim penggerak PKK baik tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan hingga Desa. Setidaknya hari ini terdapat 90.900 bibit dan melibatkan 8.000 kader PKK,” tandasnya.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
Pada kesempatan itu, Pj Gubernur Al Muktabar juga memberikan sejumlah bantuan kepada keluarga stunting dan berisiko stunting, baik berupa sembako, ikan patin dan benih ikan lele sebagai upaya penanganan stunting dan gizi buruk. Al Muktabar juga melakukan pengolahan ikan patin untuk dijadikan nugget ikan yang kaya dengan nutrisi kepada masyarakat. (mg2)
























