Sabtu, 4 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Guru, Pilar Literasi

Oleh: Unsa Maulana, M.Pd.

Oleh Deddy Maqsudi
Kamis, 23 Apr 2020 09:00 WIB
Rubrik Kolom
Guru, Pilar Literasi

ILUSTRASI. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

Guru harus menjadi roll model dalam membaca dan menulis. Sebaik-baiknya guru tidak hanya mengajar, melainkan juga yang membagi ilmunya dengan karya tulisannya.

 

TIDAK diragukan lagi bahwa guru atau pendidik merupakan peletak dasar karakter peserta didik dalam kehidupan sehari-hari untuk mengembangkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun tanpa kegiatan berpikir dan penelitian serius guru atau pendidik tidak dapat menemukannya.

Seiring dengan kegiatan berpikir ini manusia dituntut memiliki kesadaran. Pada hakikatnya kesadaran tersebut terwujud melalui keteguhan sikap serta keteladanan yang profesional.

Kurikulum 2013 memuat pendidikan karakter. Salah satu poin penting dari pendidikan karakter yakni kegiatan membaca dan menulis (literasi). Literasi merupakan kegiatan membaca dan menulis.

Mata pelajaran bahasa dan Sastra Indonesia menjadi ujung tombak kegiatan literasi. Bayangkan di setiap bab mata pelajaran bahasa dan Sastra Indonesia kurikulum 2013 berkaitan dengan teks. Bukan tidak mungkin siswa dituntut untuk membaca dan menulis?

Baca Juga: Pemkab Tangerang Jajaki Kerja Sama Pendidikan dengan Kota Gwangmyeong Korsel

Membaca dan menulis bukan hanya tugas guru bahasa saja. Semua guru yang mengajar di sekolah harus mampu mengaplikasikan kegiatan literasi. Tdak ada pilihan lain semua guru wajib menjadi pilar literasi. Jangan sampai kegiatan literasi di sekolah-sekolah hanya menjadi acara seremonial yang kosong tanpa makna.

Bagaimana mungkin siswa bisa menulis, sedangkan gurunya saja tidak bisa menulis? Guru berkewajiban mengajarkannya kepada peserta didik, bukan? Siapa yang dapat menjadi teladan jika bukan dari orang terdekat dalam hal ini guru di sekolahnya ?

BeritaTerbaru

Pola Pikir Ini Diduga Menjadi Penyebab Tingginya Pasutri di Lebak Tak Punya Buku Nikah

Pola Pikir Ini Diduga Menjadi Penyebab Tingginya Pasutri di Lebak Tak Punya Buku Nikah

Minggu, 14 Des 2025 14:16 WIB
Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Perbedaan Prioritas Budgeting Gen Z: Traveling atau Wedding Dream?

Senin, 8 Des 2025 21:02 WIB
Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Di Balik Senyum Guru, Ada Luka yang Kita Biarkan

Jumat, 21 Nov 2025 14:02 WIB
Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Tanpa Pesantren, Tak Akan Ada Hari Pahlawan

Senin, 10 Nov 2025 15:47 WIB

Membaca dan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang bersifat aktif produktif atau menghasilkan sebuah karya yaitu berupa tulisan. Tetapi aktivitas menulis tidak banyak disukai siswa karena merasa tidak berbakat, dan tidak tahu untuk apa serta bagaimana menulis.

Salah satu diantaranya adalah karena menulis atau mengarang dipandang susah, membuang waktu, tetapi hasilnya sering menyebalkan. Tidak tahu harus mulai dari mana dan harus berbuat apa.

Dewasa ini minat baca siswa  terhadap bahan pemelajaran sangat rendah. Hal ini dapat diamati dari kurangnya aktivitas membaca yang dilakukan siswa baik di rumah maupun  juga di sekolah.

Siswa baru membaca atau meminjam buku jika diberikan tugas oleh gurunya. Di rumah siswa pun lebih menarik untuk menonton televisi atau bermain video game, HP dengan teman-temannya.

Baca Juga: Gubernur Banten Tegaskan Pelanggar SPMB Ditindak

Membaca merupakan kebutuhan dan wajib dilaksanakan, serta kebutuhan yang harus dipenuhi dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia yang ingin berkembang pesat dan maju, baik secara spiritual, intelektual, maupun fisik.

Minat membaca sangat dituntut oleh semua pihak untuk dikembangkan, seperti yang tercantum dalam Al Qur’an surat Al-Alaq, dan seperti yang tercantum dalam Tujuan Naional yang terdapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Minat membaca siswa yang relatif rendah merupakan masalah utama yang perlu untuk segera diselesaikan. Minat membaca seseorang dapat diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi orang tersebut kepada suatu sumber  bacaan tertentu.

Berdasarkan indeks nasional tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,01. Sedangkan rata-rata indeks membaca di negara-negara maju berkisar antara 0,45 hingga 0,62. Itu artinya di setiap 100 siswa hanya ada 1 siswa saja yang membaca.

Keterampilan menulis berbeda dengan mata pelajaran yang lain, karena keterampilan menulis ini merupakan proses penguasaan bahasa yang kompleks.

Kompleksitas menulis terletak pada tuntutan kemampuan mengharmoniskan berbagai aspek. Seperti pengetahuan tentang topik yang dituliskan, kebiasaan menata isi tulisan secara runtut dan mudah dicerna, wawasan dan keterampilan meracik unsur-unsur bahasa sehingga tulisan menjadi enak dibaca. Kemudian, kesanggupan menyajikan tulisan yang sesuai dengan konvensi atau kaidah penulisan yang menyangkut beberapa macam pengetahuan.

Selain itu, ada beberapa persyaratan yang harus dikuasai. Persyaratan tersebut salah satunya menyangkut masalah kebahasaan.

Kalimat sebagai salah satu unsur kebahasaan  memegang peranan penting dalam kegiatan menulis. Pengalaman saya sendiri  yang mengajar di jenjang SMA menunjukkan memang benar bahwa menulis sangat sulit

Jika dilontarkan pertanyaan materi pelajaran apakah yang paling tidak disukai sewaktu belajar di SD. SMP, SMA, kemungkinan besar jawaban terbanyak adalah menulis atau mengarang.

Guru, terlebih lagi guru bahasa Indonesia tampaknya tidak ada pilihan lain harus bisa menulis. Sulit dibayangkan pengajaran menulis akan berhasil apabila dilakukan oleh orang yang tidak  memiliki minat atau pengalaman menulis.

Permasalahan-permasalahan pembelajaran menulis yang terjadi di sekolah diduga disebabkan beberapa faktor. Diantaranya: pembelajar menulis sering dianggap sebagai kegiatan yang sulit, siswa merasa kurang tertarik dalam pembelajaran menulis, siswa masih kesulitan dalam menuangkan idenya ke sebuah tulisan.

Selain itu, model pembelajaran guru yang monoton, siswa masih belum trampil dalam penggunaan diksi, ejaan, dan  kosakata, serta pengetahuan guru dalam keterampilan menulis diduga merupakan penyebab lain dari kegagalan siswa dalam menulis.

Pembelajaran menulis di sekolah-sekolah juga diduga guru hanya menerangkan garis besar langkah-langkah menulis. Selanjutnya guru memberikan contoh tulisan, guru menyuruh siswa membaca teks, siswa diminta menanggapi teks yang dibaca. Dari situ siswa ditugasi menulis teks seperti contoh yang guru berikan.

Minat membaca siswa yang relatif rendah merupakan masalah utama untuk segera diselesaikan. Peran sekolah terutama guru sangat dibutuhkan dalam meningkatkan minat membaca siswa.

Guru harus menjadi roll model dalam membaca dan menulis. Sebaik-baiknya guru tidak hanya mengajar, melainkan yang membagi ilmunya dengan karya tulisannya.

Jika guru hanya mengajar di kelas, maka ilmu yang disebarkan hanya beberapa murid saja yang berada di kelas dan pahala yang didapatpun terbatas. Sedangkan jika guru dapat mengajar ditambah mampu menulis, maka ilmu yang disebarkan akan semakin luas dan pahala yang didapatpun tidak terhitung jumlahnya. (*)

 

(Staf Pengajar SMA Negeri 6 Kabupaten Tangerang)

 

 

Tags: guruliterasiPENDIDIKAN
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren
Headline

Lahirnya Dirjen Pesantren: Akhir Penantian Panjang Dunia Pesantren

Kamis, 23 Okt 2025 14:14 WIB
Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang
Kolom

Menyulam Kolaborasi untuk Kesejahteraan: Refleksi 393 Tahun Kabupaten Tangerang

Selasa, 14 Okt 2025 20:02 WIB
Kolom

Inklusi Layanan Disabilitas Bukan Ilusi

Jumat, 12 Sep 2025 14:51 WIB
Kolom

Pengaruh Media Audio Visual untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Berhitung Permulaan (1–10) Anak Usia 4–5 Tahun di PAUD HI Tunas Mandiri

Kamis, 11 Sep 2025 19:12 WIB
Kolom

80 Tahun Indonesia Merdeka Ala Kampung Santri; Napak Tilas Kemerdekaan Belajar Mengajar, Menjadikan Pesantren sebagai Kluster Ketahanan Pangan Nasional dan Dunia

Selasa, 19 Agu 2025 11:28 WIB
80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara
Kolom

80 Tahun Merdeka: Saatnya Madrasah, Guru, dan Pendidikan Agama Nonformal Menjadi Prioritas Negara

Kamis, 14 Agu 2025 15:07 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun

Jaga Rupiah, BI Disuntik Bank Rp281 Triliun

Senin, 29 Jun 2026 16:20 WIB
GLADI BERSIH - Masyarakat Ciomas, gelar gladi bersih festival ngabring, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. (ISTIMEWA)

Catat Tanggalnya Dan Hadiri, Berbagai Kegiatan Siap Meriahkan Festival Ciomas Ngabring

Minggu, 28 Jun 2026 16:08 WIB
Nasib 155 PKL Lebak yang Direlokasi ke "Zona Merah" Menunggu Kepastian

Nasib 155 PKL Lebak yang Direlokasi ke “Zona Merah” Menunggu Kepastian

Rabu, 1 Jul 2026 19:06 WIB
Kisah Nurdin, Lansia Sebatang Kara Asal Lebak Hidup dalam Kemiskinan

Kisah Nurdin, Lansia Sebatang Kara Asal Lebak Hidup dalam Kemiskinan

Rabu, 1 Jul 2026 20:30 WIB
MENUNJUKKAN BARANG BUKTI : Dirreskrimum Polda Banten Kombespol Dian Setyawan (tengah) menunjukkan barsng bukti tindak kejahatan di Mapolda Banten. (ISTIMEWA)

Enam Bulan, 267 Kasus Pencurian Terjadi di Wilayah Hukum Polda Banten

Senin, 29 Jun 2026 16:13 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.