SATELITNEWS, TANGERANG.COM—Persaingan memperebutkan medali emas berlangsung sangat keras di cabang olahraga renang pada ajang Porprov VI Banten di Kota Tangerang. Kerasnya perebutan medali terbukti dari hasil akhir perlombaan yang berlangsung di kolam renang Yonif 203 Jatiuwung.
Perlombaan renang berakhir dengan Kabupaten Tangerang yang berhasil mempertahankan gelar juara umum porprov dengan merebut 12 medali emas, 8 perak dan 5 perunggu. Di peringkat kedua ada Kota Tangerang yang juga mampu meraih 12 medali emas. Namun tuan rumah kalah jumlah perak. Kota Tangerang mengumpulkan 6 perak dan 5 perunggu.
Di peringkat ketiga, Kota Tangerang Selatan mendapatkan 5 medali emas, 11 perak dan 12 perunggu. Sedangkan Cilegon memperoleh 4 emas, 8 perak dan 2 perunggu. Berikutnya ada Kota Serang dengan 3 emas, 2 perak dan 5 perunggu. Kabupaten Lebak juga dapat mengoleksi 3 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Sedangkan Kabupaten Serang memperoleh 3 perak dan 7 perunggu. Pandeglang yang mengirimkan atlet belum mampu mendapatkan satu pun medali.
Manajer tim renang Kabupaten Tangerang, Iskandar mengaku bersyukur dengan hasil akhir perlombaan. Dia memenuhi target kembali menjadi juara umum porprov. Pada porprov V Banten Tahun 2018 lalu, Kabupaten Tangerang juga menjadi juara.
“Alhamdulillah kami berhasil mencapai target menjadi juara umum. Meskipun sempat tertinggal dari Kota Tangerang, tapi saya yakin target akan tercapai,”ujar Iskandar.
Ketua PRSI Banten Agus Supriatna mengakui persaingan di arena renang pada Porprov kali ini sangat keras. Itu terbukti dari jumlah medali emas yang sama antara peringkat satu dan dua. Selain itu, kabupaten/kota lainnya juga mampu memberikan persaingan. Itu terlihat dari peringkat ketiga hingga enam yang hanya berselisih sedikit.
“Saya sih beranggapannya renang sudah mulai merata. Medali tidak terlalu jomplang. Urutan di bawah satu dan dua, medali emasnya semakin merata,”ujar Agus, kemarin.
Para peraih medali emas Porprov, kata Agus, selanjutnya akan dimasukkan ke dalam daftar peserta program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Provinsi Banten menghadapi PON XXI Sumut-Aceh. Kemudian nantinya mereka akan diseleksi lagi, terutama terkait dengan catatan waktu yang bisa mereka bukukan.
“Yang mendekati atau masuk catatan waktu nasional mungkin akan diajukan menjadi atlet Pelatda. Saat ini PRSI Banten baru memiliki seorang atlet Pelatda atas nama Michele Suryadi Fong yang juga atlet pelatnas,”ujar Agus.
Sementara itu, pelatih renang Kota Tangerang, Jimmy Pujiarto mengatakan keberhasilan merebut 12 medali emas adalah buah dari kerja keras selama masa persiapan. Dia menjelaskan, para atlet mempersiapkan diri selama satu tahun dengan menjalani latihan teknik pembelajaran, disiplin fisik, dan target, serta anatomi tubuh, pose tubuh sampai ke konsumsi vitamin
“Kita siapkan untuk satu tahun menjelang kompetisi,”ujar Jimmy Pujiarto.
Dia menjelaskan ada banyak yang dikorbankan atlet untuk dapat mengikuti ajang pekan olahraga ini. Apalagi kegiatan ini hanya diadakan empat tahun sekali. Maka dari itu persiapan yang dilakukan juga harus matang.
Jimmy Pujiarto berharap atlet renang Kota Tangerang bisa lanjut ke jenjang lebih tinggi seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, bahkan sampai Olimpiade. Semua itu juga tergantung kesungguhan berlatih atlet juga dukungan dari orang terdekat, seperti orang tua. Dan juga memotivasi agar tidak terlalu puas dengan apa yang sudah dicapai hari ini.
Atlet renang Kota Tangerang, Firzatullah Rahmansyah (18) mengaku sudah mempersiapkan diri selama dua tahun. Namun dia baru memasuki puslatcab selama satu tahun.
“Saya untuk persiapan sendiri sudah sekitar dua tahun lalu, sedangkan untuk training center sekitar satu tahun untuk Porprov di lapangan,”ujar dia. (dm)