SATELITNEWS.COM, LEBAK—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak mencatat ada dua sesar aktif di Kabupaten Lebak. Dua sesar itu adalah Cimandiri dan Baribis. Kendati demikian, keduanya tidak berpotensi menyebabkan gempa darat di wilayah Kabupaten Lebak, karena keberadaanya itu di dasar laut.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Rizky Pratama, Sesar Cimandiri juga melintang di bawah permukaan perairan Kabupaten Lebak. Selain itu, juga terdapat sesar aktif lainnya yakni sesar baribis.
“Di Lebak ada dua sesar aktif yakni sesar Cimandiri dan Baribis, sesar Cimandiri ini dimulai dari Tangkuban Perahu dengan beberapa segmen hingga wilayah Sukabumi. Namun menurut peneliti sesar Cimandiri tidak hanya berhenti di darat Sukabumi, namun terus memanjang hingga dasar laut perairan Lebak yakni Cilograng dan Bayah,” kata Febby, Rabu (23/11/2022).
Katanya, sesar Cimandiri itu tidak berpotensi menyebabkan gempa darat di wilayah Kabupaten Lebak, karena keberadaanya itu di dasar laut. Untuk wilayah Kabupaten Lebak, gempa darat seperti di Cianjur tidak disebabkan oleh adanya sesar, namun karena adanya fenomena subduksi.
“Pada bulan Maret juga pernah terjadi gempa darat yang pusatnya di Rangkasbitung. Gempa itu berkekuatan M 4,8 dengan kedalaman 21 Kilometer (Km). Gempa itu disebabkan fenomena subduksi, bukan karena pergerakan lempengan sesar,” ujar Febby.
Menurutnya, gempa darat di Rangkasbitung tidak banyak menimbulkan kerusakan. Pasalnya kedalaman gempa itu jauh berada di 21 Km. Sedangkan, gempa Cianjur itu hanya kedalaman 10 Km. Dangkalnya gempa itu menyebabkan Cianjur menjadi hancur porak poranda.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
Mengenai sesar Baribis, kata Febby itu masih dalam tahapan penelitian oleh para ahli, dan belum masuk ke peta nasional sumber bahaya gempa. Sesar Baribis itu diprediksi melintasi sisi barat Subang dan Purwakarta, Karawang, Cibatu, Depok, Jakarta hingga Tangerang dan Rangkasbitung.
“Peneliti asal Australia pernah melakukan penelitian tentang sersar Baribis ini. Penelitian itu saat ini tengah ditindaklanjuti oleh tim BMKG. Kita juga mencurigai jika gempa di Warunggunung lalu itu disebabkan oleh sesar baru ini,” kata Febby. Dibandingkan dua sesar aktif, Febby menyebut bahwa pihaknya lebih khawatir dengan potensi Sunda Megatrust yang dapat menyebabkan tsunami di wilayah selatan Kabupaten Lebak.
“Patahan aktif yang di Lebak itu tadi ada dua yakni Cimandiri dan Balibis. Namun dibandingkan dengan dua patahan sesar itu, kita lebih waspada akan adanya Tsunami Megatrust. Karena Tsunami yang dipicu pelepasan energi besar sekaligus diprediksi dapat menyebabkan Tsunami dengan dampak kerusakan cukup besar,” ucapnya.
Bencana alam gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,6 telah memporakporandakan Kabupaten Cianjur dengan jumlah korban jiwa mencapai ratusan orang. Gempa darat berkekuatan dahsyat itu disebabkan adanya pergerakan sesar Cimandiri yang melintang dari Tangkuban Perahu, Jawa Barat hingga Banten yakni Kabupaten Lebak. Boleh karenanya, Febby mengimbau kepada warga Leba untuk selalu waspada akan adanya potensi bencana alam khususnya gempa bumi didaerah rawan bencana. “Jika terjadi gempa kita minta warga untuk langsung melakukan evakuasi dini, jauhi bangunan khususnya yang berpotensi roboh dan tebing tanah. Evakuasi bisa dilakukan ke lapangan ataupun jalan raya,” tandasnya.
Komunitas Gugur Mitigasi Lebak Selatan (GMSL) Anis Faisal Reza, mengaku bahwa kini pihaknya tengah fokus dalam mengantisipasi potensi terjadinya Tsunami Megatrust. Antisipasi dilakukan dengan proram Tsunami ready yang di dalamnya pihaknya terus mengedukasi warga tentang bahaya tsunami sekaligus cara evakuasi jika terjadi tsunami. “Kita ingin mencegah kerusakan dan kerugian bahkan korban jiwa jika terjadi tsunami itu. Makanya kini dibantu oleh berbagai pihak terus melakukan edukasi kepada warga di Lebak Selatan,” pungkasnya.(mulyana)
























