SATELITNEWS,COM, SERANG – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang, mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar terus berinovasi. Sehingga, inovasi yang dihasilkan oleh OPD bisa meningkatkan kinerja, Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta efek positif lainnya terhadap pembangunan.
Kepala Bappeda Kabupaten Serang, Rachmat Maulana mengatakan, pada Tahun 2019 lalu atas penilaian Innovative Government Award (IGA) yang diumumkan Tahun 2020, Kabupaten Serang memperoleh rangking kabupaten sangat inovatif.
Namun pada penilaian Tahun 2020, yang diumumkan pada Tahun 2021 mengalami penurunan rangking, menjadi kabupaten inovatif saja. Hal ini disebabkan, stok inovasi yang dihasilkan oleh OPD sedikit.
Oleh karena itu kata Rachmat, sekarang ini pihaknya mendorong kembali OPD agar terus berinovasi. Sehingga, kembali memproleh penilaian Innovative Government Award (IGA) dari Kemendagri.
“Inovasi itu berangkatnya dari tiga, kalau dari sistem itu di Input, Proses dan output. Jadi ketika bicara OPD, itu kan melayani, seperti misalnya Dukcapil melayani masalah administrasi kependudukan, ketika dia mengalami kesulitan maka harus melakukan inovasi,” ujarnya, Minggu (27/11).
Rachmat menuturkan bahwa Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu sekarang membuat kategori meliputi daerah tidak inovatif, inovatif dan sangat inovatif.
Baca Juga: Green Innovation Camp 2025, 10 Inovasi Siswa Untuk Masa Depan Lingkungan Berkelanjutan
“Kemendagri itu bikin kategori bagi daerah yang tidak inovatif berarti dia tidak ikut, sedangkan daerah yang inovatif itu ikut. Jadi, daerah yang sangat inovatif itu berarti jumlah stok inovasinya lebih besar,” ujarnya.
Menurut Rachmat inovasi daerah ini sangat penting, untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan. Terlebih diera tekhnologi sekarang ini yang sudah semakin maju, masyarakat tidak memerlukan lagi bergerak harus kesana kesini.
“Jadi dimana pun bisa terlayani, bisa offline dan online. Setiap orang sekarang sudah punya smartphone, baik di rumah atau dalam perjalanan masyarakat bisa mengakses pelayanan, itulah inovasi,”ujarnya. (sidik)
























