SATELITNEWS.COM LEBAK– Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya meninjau langsung kerusakan baik berupa rumah maupun infrastruktur fasilitas umum akibat hujan ekstrem. Masyarakat yang terdampak diberikan bantuan kedaruratan.
Tak hanya itu, putri sulung Mulyadi Jayabaya meminta dinas terkait untuk segera melakukan verifikasi data yang masuk akibat bencana alam tersebut.
Hujan ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Lebak, 3 Januari 2023 lalu menyisakan duka. Sebab dampak dari cuaca tersebut ribuan rumah terendam dan belasan infrastruktur jalan mengalami ambles dan fasilitas umum lainnya rusak.
Kejadian itu langsung disikapi Bupati Iti Octavia Jayabaya selain memerintahkan jajaran nya menyalurkan bantuan. Pihaknya juga langsung turun ke lapangan untuk mengetahui pasti kondisi pasca hujan ekstrem tersebut.
“Masyarakat sementara kami berikan bantuan kedaruratan, bagi yang mengungsi untuk tinggal di rumah saudaranya untuk sementara,” kata Iti saat menyalurkan bantuan logistik kedaruratan bagi 14 rumah yang rusak akibat pergeseran tanah di Desa Jagabaya Kecamatan Muncang, belum lama ini.
Selain itu, Iti juga menginstruksikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lebak, agar segera melakukan verifikasi kerusakan baik infrastruktur maupun permukiman.
“Segera lakukan verifikasi agar menemukan data yang valid dampak bencana alam tersebut,” kata Iti.
Tidak hanya meninjau dampak hujan ektrim, Bupati Iti juga meninjau pembangunan jalan yang dilaksanakan melalui kontrak tahun jamak (multiyears) yaitu ruas jalan Ciminyak-Cigemblong sepanjang 30,25 km dan ruas jalan Cigemblong-Situregen sepanjang 26,3 km. Pekerjaan yang dimulai tahun 2022 tersebut direncanakan selesai pada triwulan IV tahun 2023.
Adanya pembangunan jalan tersebut, Iti berharap dapat meningkatkan pelayanan distribusi barang dan jasa guna menunjang pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
“Selain itu, untuk mempermudah pengiriman hasil produksi, memberikan aksesibilitas, membuka isolasi kawasan, dan meningkatkan aksesibilitas jasa pelayanan sosial,” imbuhnya.(mulyana)
























