SATELITNEWS.COM, SERANG–Badan Pimpinan Daerah Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPD PHRI) Kabupaten Serang, dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, menjalin sinergitas dalam mengantisipasi informasi hoax terkait kondisi wilayah Pantai Anyar dan Cinangka. Karena informasi hoax, sangat merugikan pelaku usaha tempat wisata, khususnya Pantai Anyer.
Ketua BPD PHRI Kabupaten Serang, Yurlena Rachman mengatakan, atas informasi-informasi melalui media sosial (medsos) yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, terbukti seperti pada libur Nataru 2022 sangat merugikan.
Untuk itu, pihaknya melakukan evaluasi untuk menyinergikan dengan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) dan Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang.
“Jadi kita menyampaikan kepada Disporapar dan Diskominfosatik karena penurunan okupansi atau pembatalan boking itu lebih banyak dari informasi yang tidak jelas,” kata Yurlena, Sabtu (7/1/2023).
Selain informasi yang belum jelas, kata dia, disusul lagi banyaknya berita-berita yang tidak menguntungkan untuk tempat wisata pantai Anyer dan Cinangka kondisinya terjadi gelombang tinggi dan lain-lain.
“Bahkan beberapa berita tersebut menggunakan data lama yang tidak relevansi lagi, sehingga membuat okupensi sangat turun,” tuturnya.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, tingkat kunjungan wisatawan ke pantai Anyer dan okupansi hotel menjadi catatan pihaknya untuk mengambil langkah-langkah perbaikan kedepannya.
Pertama, Pemda Kabupaten Serang akan terus meningkatkan koordinasi dengan PHRI, media, pelaku wisata dan lembaga pemerintah lainnya untuk bersama-sama mengcounter informasi hoax, dengan menyajikan berita berita yang membuat kenyamanan dan keamanan berwisata di pantai Anyer.
“Kedua, menyinergikan rencana kerja dengan PHRI, sehingga akan terjalin sinkronisasi program dan kegiatan pada tahun ini. Sehingga mudah-mudahan dapat terlaksana berbagai event yang tentunya akan membuat pantai Anyer lebih ramai untuk dikunjungi. Ketiga mengagendakan pertemuan dengan pimpinan daerah, sehingga untuk dapat terus mensuport pariwisata di pantai Anyer,” pungkasnya. (sidik)