SATELITNEWS.COM, SERANG–Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah, berharap kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), dapat mentransfer ilmu yang positif untuk masyarakat. Karena, mahasiswa mempunyai background pendidikan dari berbagai jurusan.
Kata Tatu, Pemkab Serang dan UGM selama ini telah melakukan MoU. Oleh karena itu, hari ini merupakan kedua kalinya mahasiswa UGM melaksanakan KKN di Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang.
“Tentunya akan banyak manfaat yang diperoleh, baik oleh Pemda maupun UGM, mahasiswa dan masyarakat. Hasil dari KKN UGM, mau tidak mau akan ada transfer ilmu. Karena mahasiswa punya background pendidikan,” kata Tatu, saat menerima peserta KKN PPM UGM di Pendopo Bupati, Rabu (1/2/2023).
Tatu juga menyampaikan, dari para mahasiswa ada hal positif yang ditransferkan ke masyarakat, seperti sisi sosial, budaya dan ekonomi, untuk masyarakat di Kecamatan Tanara. Karena Tanara, akan didorong menjadi tempat wisata religi.
“Antara Bappeda dan UGM, membuat panduan apa yang akan dilakukan para mahasiswa itu. Karena untuk menjadikan Tanara menjadi wisata religi, harus eksplor budayanya, kemudian kebangkitan ekonominya, dan solusi terkait permasalahan sampah. Selain itu, solusi permasalahan air bersih,” tuturnya.
Dengan beberapa kali mahasiswa UGM KKN ditempatkan di wilayah Utara ujarnya lagi, akan merubah pola hidup masyarakat dan pandangan masyarakat di wilayah setempat.
Baca Juga: Lepas Kontingen Popda, Sekda Serang Zaldi Target Juara dan Disporapar Peringkat 6
Sementara, Dosen Pembimbing Lapangan UGM Sudaryatmo mengatakan, dari kegiatan selama 50 hari kerja mahasiswa KKN PPM di wilayah Serang Utara, permasalahan yang menjadi perhatian adalah persoalan sampah.
Kata Sudaryatmo, permasalahan lingkungan tersebut saat ini sudah mulai terbentuk organisasi tata kelola dan bank sampah. “Namun keberlanjutan ini mestinya kita kawal. Paling tidak oleh OPD terkait, pihak desa dan masyarakat,” ungkap Sudaryatmo.
Kemudian, harus mendorong keberlanjutan kegiatan festival budaya Tanara, dalam lingkup yang lebih luas yang sudah berjalan. Menurutnya, kegiatan tersebut juga harus dikawal oleh Pemda serta akademisi dari lembaga kampus. (sidik)
