SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG–Dermaga Teluk di area Tempat Pelelangan Ikan (TPI) II Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, ambruk dihantam ombak.
Bangunan dermaga yang ambruk itu, terjadi di beberapa titik di sepanjang Pantai Teluk, dan tiap titik dermaga yang ambruk itu bisa mencapai sepanjang 10 sampai 20 meter. Kondisi itu dikeluhkan para nelayan, sebab kapal mereka tidak bisa bersandar saat hendak bongkar muat hasil tangkapan ikannya.
Seorang nelayan Teluk, Ansor mengatakan, atas kondisi tersebut para nelayan tidak bisa bersandar untuk bongkar muat ikan. “Kapal enggak bisa sandar, jadi bahaya. Bahayanya, bongkar muat di situ. Mau berangkat bekalnya di situ, naik turunnya nelayan. Mau bongkar ikan, kan TPI-nya dekat ke dermaga, setidaknya kalau bongkar di situ harus waspada,” kata Ansor, Minggu (19/2/2023).
Menurutnya, jika bongkar muat dipaksakan, maka para nelayan harus ekstra kerja keras, karena prosesnya dilakukan bukan di dermaga. “Jadi agak ekstra, tenaga ekstra. Biasanya di tengah (perahunya di ke tengahkan,red), perahunya enggak bisa sandar ke pinggir, harus diangkut manual,” keluhnya.
Kondisi itu padahal katanya, sudah beberapa kali disampaikan ke Pemerintah agar segera ditindaklanjuti, agar para nelayan dan penjual ikan bisa melakukan aktivitas seperti biasa.
“Jadi kurang layak lah buat bongkar muat, itu karena bahaya terus enggak nyaman, tidak memadai. Dari dulu ingin diperbaiki, yang mengupayakan dan mengusulkan banyak, tapi responnya mungkin menunggu program atau menunggu apa lah,” pungkasnya.
Baca Juga: Sidak WP, DPRD Pandeglang Canangkan Revisi Perda Pajak Daerah
Senada, seorang warga setempat, Adi mengatakan, kini kondisi dermaga di Teluk kian hancur akibat kerap diterjang gelombang besar, ditambah kondisi bangunan sudah rapuh dimakan usia.
“Ini sepertinya, karena bangunan pemecah ombak itu sudah hilang. Sehingga, ombak tembus ke dermaga. Akhirnya, bangunan dermaga juga banyak yang ambruk, terlebih sekarang ini sedang musim gelombang tinggi,” ujar Adi.
Selain merusak bangunan dermaga, ungkapnya, ruas jalan menuju TPI dan Taman Teluk juga mengalami kerusakan. Bahkan, kendaraan roda dua dan roda empat yang akan melewati jalan tersebut, harus berhati-hati. Karena, selain badan jalan rusak juga licin akibat hantaman ombak.
“Jalan yang dibangun oleh Pemprov Banten dua tahun lalu, dengan konstruksi beton ini, kondisinya sudah rusak kembali,” imbuhnya. (nipal)
























