SATELITNEWS, TANGERANG – Praktisi hukum di Kabupaten Tangerang, Anri Saputra Situmeang berharap Kepala Daerah Kabupaten Tangerang dapat mengambil keputusan secara bijak, dalam menentukan pimpinan tinggi Eselon IIb. Setelah sejumlah nama pejabat dikirim ke bupati, lantaran berhasil dalam tahapan seleksi proses lelang jabatan sebelumnya.
“Saya berharap jangan ada yang melakukan intervensi kepada Bupati Tangerang, dengan bertujuan untuk keberpihakan kepada salah satu peserta yang telah mengikuti open bidding,” kata Anri kepada Satelit News, Kamis (23/2).
Lanjut Anri, hasil open bidding merupakan hak preogratif kepala daerah dalam menentukan hasil, siapa nantinya yang akan menjabat sebagai Eselon II b. Namun, secara tegas Anri, sangat mendukung keputusan yang nantinya akan diambil Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
“Saya mendukung sepenuhnya kepada Bupati Tangerang. Yang terpenting sesuai dengan tata cara yang sudah diatur oleh regulasi atau perundang-undangan yang berlaku, serta memperhatikan asas-asas umum pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Anri berharap, siapapun nantinya yang dipilih oleh Bupati Tangerang untuk mengisi 6 kepemimpinan OPD, tentunya mampu bekerja dengan maksimal. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
“Sehingga bisa membantu kepala daerah dalam menciptakan Pemerintahan Kabupaten Tangerang yang baik dan semakin gemilang,” harapnya.
Baca Juga: Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, EcoSuLe Siap Tebar 10.000 Liter Eco Enzyme di Sungai
Sebelumnya diberitakan, 18 nama calon pejabat pimpinan tinggi pratama setara eselon II.b muncul dan siap disetorkan ke Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, untuk mengisi kekosongan jabatan yang ada di Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tangerang, Hendar Herawan mengatakan, berdasarkan seleksi kini telah muncul nama-nama di tiga besar untuk enam pimpinan Organisasi Prangkat Daerah (OPD) yang mengalami kekosongan, diantaranya Sekretaris DPRD, Kesbangpol, Dirut RSUD Balaraja, DTRB, DPMPD, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang. (alfian/aditya)





















