SATELITNEWS.COM, SINDANG JAYA – Warga Kampung Cimbau Impres, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Sindang Jaya mengeluhkan adanya asap pembakaran limbah-limbah berbahan plastik. Dampak pembakaran itu dianggap mengganggu pernafasan warga dan mencemari udara di sekitar.
Salah satu warga, Ahmad Sofian mengatakan, bahwa di kampung tersebut ada salah satu lapak limbah yang cukup besar. Menurutnya, setiap petang menjelang magrib selalu membakar limbah-limbah berbahan plastik, sehingga kepuluan asap menyelimuti kampung bagaikan kabut di tengah gunung.
Hal tersebut kata Sofian, jelas sangat mengganggu masyarakat sekitar. Pasalnya, asap-asap yang membumbung tinggi itu tersebar ke rumah-rumah warga dan secara langsung dihirup oleh warga sekitar.
“Jelas sangat menganggu masyarakat. Asapnya sangat tebal, seperti kabut. Memang kalau siang jarang dibakar, tapi kalau sore udah kayak gunung yang diselimuti kabut,” kata Sofian kepada Satelit News, Minggu (7/5).
Menurut Sofian, seharusnya limbah-limbah tersebut memang tidak selayaknya dibakar secara sembarangan. Apalagi, ditengah-tengah pemukiman warga. Karena, asap yang menyebar ke pemukiman warga akan menganggu kesehatan warga, seperti gangguan pernafasan.
“Kalau tiap hari menghirup asap bakaran sampah plastik, warga di sekitar khawatir bisa terkena Ispa (infeksi saluran pernafasan). Apalagi, disini banyak anak-anak kecil juga,” katanya.
Dia berharap pemerintah setempat, baik Kecamatan ataupun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, bisa memberikan teguran kepada pemilik dan solusi kepada masyarakat sekitar, agar tidak terkena dampak polusi udara.
“Kami berharap, pemerintah bisa bertindak tegas. Sehingga masyarakat tidak merasakan dampak negatif dari pembakaran limbah,” katanya.
Camat Sindang Jaya, Abudin mengatakan, bahwa dia belum mengetahui terkait adanya lapak limbah di Kampung Cimbau Impres, Desa Sindang Jaya, Kecamatan Jaya. Namun, pihaknya akan melakukan pengecekan secara langsung terlebih dahulu. “Kita akan cek and ricek dulu, ya,” jawab Abudin kepada Satelit News. (alfian/aditya)