SATELITNEWS.COM, SERANG- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, merencanakan pembelian dua alat pemusnah sampah, yang dilakukan dengan suhu tinggi dan terpadu.
Sampah hasil pembakaran tersebut, nantinya bakal menjadi briket yang dapat dijual ke PT. Indonesia Power, Kota Cilegon.
Asda III Setda Serang Ida Nuraida mengatakan, PT. Indonesia Power Kota Cilegon, mampu menampung sekitar seribu ton briket.
Namun baru 100 ton briket, yang dipenuhi oleh Kota Cilegon. Artinya, masih terdapat peluang 900 ton briket lagi bagi Kabupaten/Kota lainnya untuk mengirimkannya ke PT. Indonesia Power.
Oleh karena itu kata Ida, pihaknya sekarang sedang pengadaan barangnya. Alat ini ujarnya, harus berfungsi dengan baik sesuai dengan kondisi daerah kita.
“Kita mau beli dua alat, untuk wilayah mana yang mau dipasang alatnya, nanti kita koordinasi terlebih dahulu,” ujar Ida, Selasa (8/8/2023).
Baca Juga: Tahun 2027, Pemkab Serang Gelar Pilkades Serentak di 191 Desa
Ida menuturkan, dari alat itu bakal memproduksi briket yang dapat dijual ke PT. Indonesia Power, dengan harga yang cukup tinggi.
Sehingga, hasil dari penjualan itu akan menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Serang, agar semakin besar.
“Dari sampah kita olah menjadi briket, nanti dijual ke PT. Indonesia Power dan mereka mau menerima itu. Harga jual briketnya cukup mahal, dan akan menjadi PAD kita. Soalnya Kota Cilegon sudah melakukan itu,” tuturnya.
Mengenai persoalan sampah, kata Ida, Pemkot Cilegon mau menerima sampah dari Kabupaten Serang, dengan jumlah yang tidak dibatasi. Karena, Pemkot Cilegon sudah memiliki alat pemusnah sampah yang dapat bekerja sampai nol sampah.
Ida juga mengaku, Pemkab Serang tidak akan bekerjasama dengan kabupaten kota lainnya, mengenai pembuangan sampah.
Karena, bakal menguras anggaran besar, jika melakukan kerjasama lagi dengan kabupaten kota lainnya.
Baca Juga: Pemkab Serang Panen Bawang Merah untuk Dorong Produktivitas Petani
“Cukup dengan Pemkot Cilegon saja. Karena, mereka mau menampung berapapun jumlah sampah yang kita miliki. Kalau kita kerjasama ke yang lain, pasti akan mengeluarkan anggaran yang cukup banyak,” pungkasnya. (sidik)
























